Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo 4G ceria. Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi. Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...
Kali ini saya akan
mengulas sedikit pengalaman saya sewaktu berlibur di tanah Jawa, khususnya di
Jawa Timur. Ini merupakan salahsatu momen bersejarah di penghujung akhir tahun 2017
bagi saya. Bermodal ransel ukuran 25 liter dan ijin dari orang tua, saya memulai
perjalanan dari bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju kota Surabaya sekitar
pukul 8;00 pagi. Ini bukan kali pertama saya menginjakkan kaki di kota yang
dijuluki kota Pahlawan ini. Kebetulan keluarga yang di Samarinda dan 5 orang rekannya
juga ikut, dan rencananya kami akan bertemu dialun-alun kota sidoarjo. Mereka
memilih berangkat menggunakan transportasi laut, maklum selain bawa diri,
mereka juga bawa motor untuk kami gunakan turing nantinya. Diterminal
kedatangan, saya sudah ditunggu oleh mas Anto, kawan lama sepupu saya di
samarinda. Dia asli orang Jatim, perawakannya agak sangar, gondrong, hitam dan
tatoan, tapi orangnya baik banget. Tak butuh waktu lama untuk kami sekadar
akrab dan berbagi sebatang rokok. Sepanjang perjalanan menuju lokasi pertemuanpun
mas anto banyak bercerita tentang dirinya, dan juga tempat-tempat wisata yang
menurutnya wajib kami kunjungi, misalnya batu malang, semeru, kawah ijen, dan
terakhir Gunung Bromo. Nah, kebetulan Bromo masuk dilist perjalan kami. Destinasi yang satu ini memang sangat menarik dan
wajib kami kunjungi. Gunung yang mempunyai ketinggian 2392 m dpl ini memiliki
daya tarik tersendiri bagi siapapun yang memandangnya, pasir bersisik, padang
bukit savana dan bukit teletabis menjadi pelengkap keindahan dari gunung ini,
hmm Tak sabar rasanya ingin mengunjungi tempat itu.
Tak lama berselang,
kamipun sampai dilokasi yang sudah dijanjikan. Belum ada tanda-tanda kemunculan
mereka, katanya, mereka singgah bersiarah di Makam Sunan Ampel di JL.
Pertukangan I. Waduh, udah pada ngegas aja jalan-jalannya. Sembari menunggu
mereka tiba,kami memutuskan untuk istirahat sejenak, menikmati alun-alun sidoarjo
yang dipenuhi pepohonan yang rindang nan Asri. Jika difikir-fikir memang wajar kalau
Surabaya satu-satunya kota yang meraih penghargaan Adipura Kencana. Selain itu,
yang kudengar, baru-baru ini Surabaya juga menerima dua penghargaan sekaligus,
yakni kinerja pengurangan sampah dan Nirwasita Tantra. Wah, emang berprestasi
nih kota Surabaya dibawah kepemimpinan ibu Risma. Semoga saja kota-kota lain
ikut termotivasi.
Sekitar 30 menit
akhirnya merekapun tiba, 3 orang yang seumuran dengan saya 5 orang lainnya agak
tuaan dikit. Yang tua termasuk om gua. Kelihatannya mereka sudah pada kelaparan,
maklum kalau urusan perut yah mesti grasa grusu. Kamipun bergegas kerumah mas
anto untuk santap siang ala kadarnya. Disana kami disambut dengan hangat, tutur
kata mereka sopan-sopan, rasa kekeluargaan yang hebat mesti baru pertama kali kami
berjumpa. Saya mencoba akrab mencari sekutu dengan salahsatu rekan om saya, tentunya
yang seumuran dengan saya, namanya jo’, orangnya gendut, itam, dekil, tapi
lucu. Dia orang Bau-bau, Buton,Sulawesi Tenggara. Dia juga suka jalan-jalan,
tapi cuman sekitaran pulau Kalimantan saja, untuk keliling Indonesia katanya butuh
fisik dan anggaran yang lebih. Kalau dari segi fisik sih si’ jo udah kelebihan,
gak tau kalau dari budgetnya, hahaha. Hampir sejam kami berbincang-bincang, Adzan
dhuhurpun sudah berkumandang, berberapa dari kami memanfaatkan waktu untuk
menghadap pencipta terlebih dahulu. Selepas sholat kamipun packing
perlengakapan, dan tujuan pertama kami, adalah Bromo, Gunung Bromo Bro.
Kami memilih jalur Pasuruan
– Warungdowo – Ranggah – Pasrepan – Puspo – Tosari - Gunung Bromo. Membutuhkan
waktu sekitar 3 jam bagi kami untuk sampai ke tosari, itupun sudah hampir
gelap. Kami agak lambat karena cuaca pada saat itu hujan diserta angin kencang.
Di tosari kami memutuskan untuk menginap. Pagi, sekitar pukul 3:00 kamipun
melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo, kali ini kami menyewa Jeep,
kendaraan kami simpan dihomestay, katanya sudah keharusan menggunakan hardtop
atau Jeep kalau ke Bromo, kami menyewa 2 jeep, biayanya 350rb per 1 Jeep. Suhu pada
saat itu sekitar 1-4 derajat celcius, berrrr asli dingin banget dah kayak di
Malino, bisa-bisa kena Hipotermia nih. Tidak butuh waktu lama kami sampai di
penajakan 1, seperti itulah kira-kira nama tempatnya. Mas rudy masih bingung
nyari tempat parkirnya dimana, mungkin karena weekand jadi wisatawan agak
membludak, kami parkir dekat warung yang ada disana. Hampir 2 jam lebih kami dipuncak,
sayang cuaca kurang bersahabat, kabut tebal menutupi pesona Bromo waktu itu. Mesti
kecewa karena tak bisa melihat matahari terbit langsung dari balik gunung, tak
mengurangi semangat kami untuk mengeksplorasi tempat ini. Dari penanjakan, kami
menuju kawah Gunung Bromo, jalannya berkelok-kelok menuruni perbukitan. Cuacapun
pada saat itu mulai cerah. Akhirnya kami bisa melihat keindahan Bromo dari
balik ketinggian meskipun cuman didalam Jeep. Sesampainya di padang pasir, kami
singgah sejenak untuk bersuah foto, lumayanlah buat stock moment tahun baru di instagram. Merasa Puas dengan itu, kami
melanjutkan perjalan ke kawah Gunung Bromo. Nah, disini banyak pedagang-pedagang
yang menyuguhkan jajanannya, ada pula yang menyediakan jasa kuda-kudaan. Disisi
kanan bawah kawah Gunung Bromo terdapat Pura Luhur Poten, Pura ini biasa
dijadikan tempat pemujaan bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu. Saya dan
Jo’ gentian bersua foto di depan Pura tersebut, yang lain lebih memilih ngopi
diparkiran kawah gunung. rencananya kami ingin naik ke puncak untuk melihat kawah
dari dekat, berhubung karena kami dikejar waktu ke Malang, kami memutuskan
untuk segera kembali ke homestay.
![]() |
| Pura Luhur Poten |
| Parking Kawah Gunung Bromo |
| Rombongan dan Jeep |
| Race Horse |
![]() |
| selfie |
Pukul 11:00 Siang kami berdelapan berangkat dari Tosari menuju ke Malang. Kami memilih jalur ini karena dekat. Jalannya masih sama naik-turun dan berkelok-kelok, di sisi samping kiri jalan terpampang padang savanna dikelilingi bukit-bukit indah menjulang keatas. Tak ada hentinya bibir ini mengucapkan syukur kepada Tuhan karena ciptaannya. Kami pula disuguhkan pemandangan ladang-ladang pertanian yang tersusun rapi (Sengkedang), kalau di Sulawesi Selatan mirip-mirip Desa Kanrepia, Kabupaten Gowa. Membutuhkan waktu 2 jam untuk kami sampai ke kota Malang, nah di kota ini kami memutuskan untuk menginap semalam Keesokan harinya kami berkunjung ke tempat wisata Museum Angkut Batu Malang. Pas banget untuk om gua dan rekan-rekannya yang suka banget dengan otomotif. Museum angkut Batu tergolong tempat wisata baru yang populer di Malang. Museum ini memadukan konsep atraksi hiburan serta sejarah dari alat transportasi yang ada diseluruh dunia. Biaya yang mesti kami bayar sekitar 100 ribuan. Museum ini juga terdiri dari beberapa zona. Setiap zona memberikan sensasi yang berbeda-beda, zona edukasi, zona Eropa, zona Sunda, zona Istana Buckingham di Inggris, dan masih banyak lainnya, saya sendiri lupa, saking banyaknya, oh iya, zona nyaman gak termasuk yah, hahaha. Puas berkeliling di Kota Malang kami memutuskan untuk kembali ke sidoarjo, disidoarjo kami menginap di salahsatu homestay di Ampel. Sore harinya kami turing ke Suramadu, jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dan Madura. Perjalan kami berakhir di sini. Banyak hal yang tak mampu diutarakan dengan kata, banyak hal yang tak mampu diabadikan oleh gambar, ini merupakan kesan yang indah dipenghujung akhir tahun 2017 semoga kami masih diberi rejeki dan kesehatan menyusuri ke Indahan seluruh kota di Indonesia.


Comments
Post a Comment