Skip to main content

Paket Internet 4G Ceria Telkomsel

  Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo   4G ceria.   Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi.   Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan   pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...

Teknik Presentasi dan Negosiasi

TEKNIK PRESENTASI




Disusun Oleh


KHANGRIAWAN ANUGRAH
50700112098




JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2015




BAB I
Pendahuluan
A.   Latar belakang
            Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari dirumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyakarakat atau di mana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi.
            Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurang tidaknya komunikasi dalam organisasi menentukan kinerja dalam suatu instansi ataupun lembaga.
            Komunikasi yang efektif adalah penting bagi semua organisasi. Oleh karena itu, para pimpinan organisasi dan para komunikator dalam organisasi perlu memahami dan menyapurkan kemampuan komunikasi mereka (kohler 1981). Untuk memahami komunikasi ini dengan mudah perlu terlebih dahulu mengetahui konsep-konsep dasar komunikasi.
Komunikasi merupakan proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada yang lain untuk memberi tahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku baik langsung secara lisan maupun tak langsung.
            Public speaking juga dianggap sebagai sarana komunikasi. Indikasi bahwasanya seorang public speaking sebagai sarana, karena hal tersebut merupakan wadah bergulirnya percakapan yang memerlukan umpan balik. Siapa saja yang terlihat atau berada dalam wadah tersebut ? dalam dunia komunikasi terdiri dari komunikator, pesan, dan komunikan.
            Dalam dunia usaha ada peluang dimana menghadapi saat-saat terjadinya tuntunan konsumen terhadap hasil pruduksi, bahkan kerja lembaga atau organisasi selalu mendapat sorotan masyarakat. Di sinilah peranan PR sebagai seorang public speaking dengan menggunakan teknik presentase.
            Efektivitas presentase bagi seorang public speaking maupun public relation sangatlah besar. Indikasi tersebut menandakan bahwasanya presentasi sangat menuntukan keberhasilan dalam membujuk, mempengaruhi, dan mempersuasif audiens. Oleh karena itu, seorang praktisi humas ataupun public speaking harus mampu mengalisa dan menguasai teknik-teknik presentasi
 
B.   Rumusan masalah
1.    Apa yang di maksud public speaking ?
2.    Apa yang di maksud presentasi ?
3.    Tujuan presentasi ?
4.    Model dan teknik presentasi ?

C.   Tujuan
Sebagaimana hakekanya, makalah ini bertujuan agar kiranya teknik presentasi dapat di mengerti dan di pahami dari berbagai sudut pandang dan juga dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dalam meningkatkan teknik-teknik dalam presentase.
 
BAB II
Pembahasan
A.   Public speaking
Semua orang dapat berbicara, tetapi tidak semua orang dapat berbicara dengan lancar dan menarik di depan umum. Apalagi kalau berbicara didepan umum dan menjadi pusat perhatian dalam suatu acara resmi maupun tidak resmi.
Public speaking menurut bahasa terdiri dari dua kata: public dan speaking. Public artinya orang banyak, masyakat umum, atau rakyat, dan speaking artinya berbicara.
Sedangkan menurut istilah: Public speaking adalah komunikasi lisan berupa ceramah, presentasi, dan jenis berbicara di depan umum.
Dari urain di atas mengenai pengertian public speaking menurut bahasa dan istilah maka dapat di simpulkan bahwa public speaking adalah keterampilan berbicara di depan umum dalam bentuk presentasi, ceramah dan sebagainya yang bertujuan menyampaikan pesan ataupun gagasan yang ingin ketahui audiens.

B.   Presentasi
Presentasi secara harfiyah artinya penyajian, perkenalan, pertunjukan dan pemberian. Kata dasarnya present yang artinya pemberian, hadiah, hadir, sekarang dan menghadirkan
KBBI mengertikan presentasi sebagai berikut:
pre·sen·ta·si /préséntasi/ n 1 pemberian (tt hadiah); 2 pengucapan pidato (pd penerimaan suatu jabatan); 3 perkenalan (tt seseorang kpd seseorang, biasanya kedudukannya lebih tinggi); 4 penyajian atau pertunjukan (tt sandiwara, film, dsb) kpd orang-orang yg diundang; mem·pre·sen·ta·si·kan v menyajikan; mengemukakan (dl diskusi dsb).
Menurut istilah, presentasi adalah aktivitas menunjukkan, menggambarkan, atau menjelaskan sesuatu kepada sekelompok orang.
Dengan demikian, presentasi merupakan suatu kegiatan berbicara di hadapan audiens pada sebuah kegiatan pengajuan topik, pendapat atau informasi kepada orang lain.

C.   Tujuan presentasi
      Adapun tujuan dari dilakukannya presentasi menurut jalaluddin Rakhmat terdiri dari tiga hal, yakni :
1.    Memberitahukan (informatif) ditunjukkan untuk menambah pengetahuan pendegar. Komunikasi di harapkan akan memperoleh penjelasan, menaruh minat dan memiliki pengertian tentang persoalan yang dibicarakan, missal, memberitahu beberapa ketentuan penggunaan “Bendera kebangasan Indonesia”
2.    Memengaruhi (persuasive), ditunjukan kepada orang mempercayai sesuatu, melakukannya atau terbakar semangatnya. Keyakina, tindakan dan semangat adalah bentuk reaksi yang diharapkan.
3.    Menghibur (reaktif). Perhatian, kesenangan, dan humor adalah reaksi pendengar yang diharapkan. Bahasanya enteng, segar dan mudah dicerna.

D.   Teknik presentasi
Berikut ini teknik presentasi yang perlu di perhatikan pada saat akan berpresentasi dan saat berpersentasi.
1.    Menentukan topik
Merumuskan judul erat kaitannya dengan pemilahan topik. Kriteria topik menurut Jalaluddin Rakhmat sebagai berikut: topik sesuai dengan latar pengetahuan, menarik minat pendengan sesuai dengan pengetahuan pendengar, topic harus jelas ruang lingkup dan pembatasannya, sesuai dengan waktu dan situasi, dapat ditunjang dengan bahan yang lain.
Judul yang baik memenuhi tiga syarat:
a.    Relevan, artinya ada hubungan dengan pokok bahasannya
b.    Provoaktif, ialah menimbulkan hasrat ingin tahu dan antusiasme pendengar
c.    Singkat, berarti mudah ditangkap maksudnya, dan mudah dingat.
2.    Menentukan tujuan
Hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi adalah tujuan dilakukannya presentasi ini untuk apa. Apakah untuk memberikan informasi ? untuk mempengaaruhi orang lain ? ataukah hanya untuk memberikan kesan yang baik kepada orang lain ?
Menurut G.Sukadi (1995) tujuan menyapaikan topik dapat dibedakan dalam 5 tujuan sebagai berikut:
a.    Tujuan memberitahu. Public mengetahui sesuatu yang akan disampaikan. Penjelasan dari badan meteorology dan Geofisika-BMG, mengharapkan masyarakat tetap waspada akan bahaya alam yang mengancam.
b.    Tujuan mendorong. Kita member semangat, inspirasi dan kegairahan kepada public, agar semangat public bangkit dan mempunyai keinginan menyelesaikan pokok pembicaraan yang disampaikan. Bagaimana mengatasi lumpur di daerah sidoarjo yang tak henti-hentinya, para tokoh masyarakat mendoronh masyarakat sekitar untuk membuat tanggul secara gotong royong.
c.    Tujuan meyakinkan. Public yakin tentang kebenaran sesuatu. Misal coba-cobaan yang menimpa Negara kita adalah suatu hikmah, bahwa ada petunjuk yang perlu dipelajari dari malapetaka itu.
d.    Tujuan bertindak. Publik diharapkan berbuat atau bertindak sesuai dengan harapan.
e.    Tujuan menghibur. Pubik diharapkan terhibur, bergembira, dan senang. Pesan-pesan agar hidup rukun dan damai, disajikan secara humor, dengan menyajikan beberapa adegan yang menimbulkan tawa dari penonton.
Jadi, Pastikan setiap orang mengetahui tujuan dilakukannya presentasi ini. Dan seorang publik speaking haruslah memasukkan segala hal, baik itu materi, gestuk, dan lainnya yang pantas dan berhubungan dengan tujuan dilakukannya presentasi ini.
3.    Kenali audiensi
Seorang komunikator harus tau betul audiensnya siapa. Dari kalangan mana, pejabat, pegawai negeri, petani, guru, mahasiswa, anak sekolah dasar dsb. Agar proses penyampaian pesan dalam sebuah presentasi dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan.
4.    Persiapkan materi dan bahan
Tentukan point-point apa yang ingin disampaikan, informasi seperti apa,dan kuasai materi dan kalau perlu sisipkan beberapa contoh pendukung yang berkaitan dengan topic presentasi anda.
5.    Menimbulkan rasa ingin tau
Buat audiens penasaran dengan apa yang anda presentasikan. Tunjukkan hal-hal yang nampak dalam visualisasi suara agar tercipta theatre of mind di benak audiens.
6.    Penyampain dan pemilahan kata
Cara penyampain harus berwibawa, sopan dan tidak terburu-buru. Penggunaan kata kerja aktif, bukan yang pasif dalam presentasi juga menunjang efektivitas presentasi itu sendiri, misalnya “ kami membutuhkan bantuan anda” dari pada “bantuan anda kami perlukan”. Hal tersebut menjelaskan secara tegas bahwa anda membutuhkan bantuan mereka segara tanpa.
7.    Jangan membacakan materi
Kuasai materi sepaham mungkin, penyampai materi dengan gaya mebacakan materi terkadang membuat audiens kurang percaya terhadap kredibilitas anda sebagai komunikator
8.    Sering melakukan kontak mata
Menurut Eguene Ehrilch & Gene R.Hawes, ada tiga praktik dalam menggunakan kontak mata sebagai berikut:
a.    Pandanglah tepat pada matanya. Ini berarti pembicara secara terus menerus memandang pendengar. Pandangan bukan pada dahinya, mulutnya, tapi matanya. Ini dinamakan kontak mata sungguhan. Kontak mata sesungguhkan memudahkan pembicara untuk menyampaikan maksudnya secara tepat dan mudah mengetahui apakah pendengar mengerti yang sedang menjadi bahan pembicaraan. Dengan demikian, pembicara dapat mengubah pola bicaranya.
b.    Kontak mata dengan sekelompok orang, membuat mereka merasa sungguh-sungguh diperhatikan oleh pembicara. Untuk satu pendegar, adakan kontak khusus dengan satu kalimat utuh, jangan sampai terbagi. Begitu selesai kalimat, berilah kepada pendengar lain dengan kontak mata khusus. Bagaimana jika pendengarnya ribuan, pembicara akan berpaling ke kanan dan ke kiri. Gerekan kepala dan mata si pembicara inilah yang menyebabkan hadirin merasa pembicara memandang tepat pada mata mereka.
c.    Berbicara lewat mata. Bila ingin menyampaikan sesuatu yang hangat, biarlah mata kita yang menunjukkan kehangatan itu. Perasaan atau emosi apa pun yang akan disampaikan, dukunglah penyampaian itu dengan bantuan mata, sehingga pendengar lebih percaya.
Jangan alihkan pandangan anda sesering mungkin. Lihatlah audiens dengan cara yang tidak agresif. Pandanglah mereka seperti anda memandang mereka ketika melakukan percakapan biasa.
9.    Alat peraga dan penggunaan gambar
Penggunaan alat peraga sebagai sarana penunjang efektivitas presentasi juga berperan dalam mencapai tujuan seperti power point, rekaman audio, video, dan lainnya.
10. Penampilan
Perhatikan penampilan anda, usahakan berpakaian yang sesuai, hindari berpakaian ketat yang menghalangi gerakan anda.
E.   Model komunikasi
Ada tiga model presentasi yang kita kenal yakin; model presentasi
1.    Model persuasive
Persuasif artinya merayu, membujuk, menghimbau. Contoh model presentasi ini adalah memperkenalkan produk baru dalam kegiatan marketing, pengarahan pada masyarakat, ceramah/presentasi di bidang kerohanian (agama), dan sebagainya. Model presentasi ini, presenter tidak secara langsung memperoleh hasil atau jawaban dari audience apakah presentasi yang disampaikan dapat diterima/disetujui dan ditindaklanjuti oleh target penerima informasi atau tidak.
2.    Model informative
Contoh model ini di antaranya seorang manager yang sedang mempresentasikan status dari sebuah proyek atau rangkaian pekerjaan yang ditugaskan kepadanya, Laporan Finansial, atau Kebijaksanaan pemasaran, penyampaian proposal untuk meminta dana. Hasil presentasi model ini sangat menentukan, apakah idenya diterima atau tidak. Selain itu, presenter akan menerima pertanyaan atau memberikan pertanggungjawaban secara langsung terhadap apa yang disampaikan kepada audience-nya.
3.    Model presentasi pelatihan
Model Presentasi Pelatihan/Training Misalnya pelatihan yang diberikan kepada karyawan baru, pelatihan yang diberikan sehubungan dengan akan diterapkannya sistem ISO, pelatihan kepada para pengajar sehubungan adanya sistem pengajaran yang baru, dan sebagainya

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.    Public speaking menurut bahasa terdiri dari dua kata yaitu publik dan speaking. Public artinya masyarakat umum, orang banyak, atau rakyat dan speaking artinya berbicara. Sedangkan menurut istilah, public speaking adalah keterampilan berbicara di depan umum dalam bentuk presentasi, ceramah dan sebagainya yang bertujuan menyampaikan pesan ataupun gagasan yang ingin ketahui audiens.
2.    Presentasi termasuk dalam kelompok public speaking. Presentasi merupukan suatu kegiatan berbicara di hadapan audiens pada sebuah kegiatan pengajuan topik, pendapat atau informasi kepada orang lain.
3.    Tujuan presentasi menurut Jalalluddin Rakhmat terdiri dari tiga yakni, informative, persuasive, dan reaktif
4.    Penentuan judul erat kaitannya dengan topic. Bila topik adalah pokok pembahasan, maka judul adala nama yang diberikan untuk pokok bahasan. Suatu judul yang baik memenuhi tiga syarat, yaitu relevan, provoaktif, dan singkat.
5.    Penggunaan teknik presentasi sangat penting bagi publik speaking. Kontak mata, penampilan, tujuan presentasi, penggunaan alat peraga, kontak mata, materi dan bahan merupakan penunjang efektivitas presentasi.
Saran
Seorang public speking hendaknya senan tiasa memperhatikan teknik-teknik presentasi. agar kiranya presentasi dapat berhasil atau sukses, minimal sedikit mencegah hambatan-hambatan yang akan terjadi pada presentasi


Daftar pustaka
Olii, Helena. 2007. Public Speaking. Indonesia: PT Macana Jaya Cemerlang
Jay, Ros & Antony Jay. 2004. Effektif presentation. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer
Rahmat, Jalaluddin. 2000. Cetakan ke-6. Retorika modern, pendekatan praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sumber lain:
            ( diunggah 26/05/2015 pukul 18.27 WITA )












Comments

Popular posts from this blog

Filsafat Komunikasi

Perspektif   ilmu komunikasi berdasarkan aspek epistemology, ontology, dan aksiologi Dalam media sosial (kajian filsafat komunikasi) A.    Filsafat Secara etimologi, kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, “ philosphia ”, yang merupakan penggabungan dua kata yakni “ philos ” atau “ philein” yang berarti “ cinta ”, “ mencinta ”, atau “ pecinta ”, serta kata “ Sophia” yang berarti “kebijaksanaan ” atau “hikmat ”. Dengan demikian, secara bahasa, “filsafat” memiliki arti “cinta akan kebijaksanaan”. Cinta artinya hasrat yang besar atau berkobar-kobar atauyang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya, kebenaran yang sejati atau kebenaran yang sesungguhnya Sedangkan secara epistemology, terdapat ratusan rumusan pengertian “filsafat”. Namun secara mendasar, filsafat adalah hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh untuk menemukan kebanaran sejati. Pengertian mengenai filsafat dapat dipetakan menurut kronologi sejarah filsafat itu sendiri . Ada beberapa de...

Tugas Mata Kuliah Teknolgi dan Informasi

Nama : Khangriawan Anugrah Nim : 50700112098 Jurusan : ilmu komunikasi D 1.        Apa dan bagaimana internet itu ? Internet adalah berbagai jaringan komputer di seluruh dunia yang saling terhubung tanpa mengenal batas teritorial, hukum dan budaya. Menurut Lani Sidharta (1996), walaupun secara fisik Internet adalah interkoneksi antar jaringan komputer namun secara umum Internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Isi Internet adalah informasi, dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan Internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di Internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik dsb. 2.        Apa yang di maksud internet service provider (ISP) ? Internet service provider atau dengan kata lain penyelenggara jasa internet merupakan perusahaan atau badan yang men...