Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo 4G ceria. Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi. Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...
Nama :Khangriawan anugrah
Nim : 50700112098
Jurusan : Ilmu komunikasi
RESUME
(Materi
1)
DARI
ADMINISTRASI
KE HUBUNGAN INSANI ( HUMAN RELATIONS)
A.
DARI
ADMINISTRASI KE MANAJEMEN
Manajemen didefinisikan sebagai kemampuan atau
keterampilan untuk memperoleh hasil dalam rangka pencapaian tujuan organisasi
atau perusahaan, dengan cara menkoordinasikan kegiatan orang lain dengan
menggerakkan orang tersebut. Antara manajemen dan administrasi mempunyai
hubungan yang saling terkait (inherent)
satu sama lain. Hanya kegiatannya saja yang dapat di bedakan. Adminstrasi
berfungsi dan berproses pada tataran perumusan serta penetapan kebijakan secara
umum, sedangkan manajemen berada pada tataran pelaksanaan kegiatan operasional.
B.
DARI
MANAJEMEN KE HUBUNGAN INSANI (HUMAN RELATIONS)
Manajemen merupakan inti administrasi , dan
kepemimpinan merupakan inti manajemen. Jadi kepemimpinan adalah factor
kemampuan menerapkan human relations
(hubungan insani) sangat diperlukan.
Para ahli administrasi pada umumnya sependapat bahwa
manajemen merupakan inti dari administrasi, dan kepemimpinan merupakani inti
dari manajemen. Akan tetapi, menurut Sondang P. Siagian, pendapat ini masih
perlu diperdalam dalam melanjutkan mengnai inti tersebut. Siagian berpendapat
bahwa human relations merupakan inti kepemimpinan (Siagian, 1990 :18).
C.
PENGERTIAN
HUMAN RELATIONS
Human Relation adalah sikap, dan saling hubungan,
yang berlangsung di antara orang-orang yang ada dalam lingkungan pekerjaan,
baik dilingkungan organisasi pemerintah maupun swasta.
Prof. Dr.
Onong Uchyana Effendi seorang pakar komunikasi dalam bukunya Human Relations dan Publik
Relations mengemukakan adanya dua pengertian human relations dalam arti luas dan
dalam arti sempit :
“Human Relations dalam arti luas adalah
komunikasi persuasive yang dilakukan
oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala situasi dan
dalam semua bidang kehidupan, sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasaan
hati pada kedua belah pihak”.
“Human Relations dalam ari sempit adalah
komunikasi persuasive yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara
tatap muka dalam situasi kerja dan dalam organisasi kekaryaan, dengan tujuan
untuk menggugah kegairahan dan kegiatan bekerja, dengan semangat kerjasama yang
produktif, dengan perasaan bahagia dan puas hati” (Effendi. 1993:50).
D. FAKTOR
MANUSIA DALAM HUMAN RELATIONS
Ada
dua factor yang menentukan sifat tabiat manusia, yaitu :
1). Faktor
heredity (pembawaan sejak lahir)
Dasar watak sifat tabiat manusia ialah sifat yang
dimilikinya sejak di lahirkan. Sifat ini merupakan warisan dari orang tuanya.
Dan sifat ini dipengaruhi oleh lingkungan, tempat ia hidup dan melakukan
interaksi sosial.
2). Faktor environment (Lingkungan
hidupnya)
Dalam perjalanan hidup dan
perkembangan jiwa, seseorang mengalami aktivitas fisis.Fungsi fisis ini adalah
daya piker, rasa, intuisi (naluri), an penginderaan, yang biasa dimiliki oleh
seseorang.
Juan seorang ahli Psikologi mengatakan bahwa melihat fungsi fisis manusia
dapat dibedakan kedalam 2 golongan :
1). Extrovert
adalah orang yang suka
memperhatikan, mempertimbangkan menyelaraskan diri dengan berbagai hal,kondisi
dengan perkembangan di sekitarnya. Orang yang bertipe extropert lebih mengutamakan kepentingan umum
disbanding kepentingan sendiri. Berhatika terbuka, berprilaku gembira,ramah,
cukup lancer dalam pergaulan, dan memancarkan sikap hangat, dan cepat
mendapatkan banyak teman,
2).
Introvert
adalah orang yang lebih
mementingkan dirinya sendiri atau kelompok terdekatnya dibanding kepentingan
umum. Orang yag bertipe introvert
biasanya pendiam, egois, pemurung, suka mengurung, suka mengasingkan
diri, dan kuramg lancar bergaul.
E. Hubungan Manusiawi dalam
Organisasi
Kepemimpinan memerlukan bentuk
hubungan manusiawi yang efektif, artinya hubungan manusiawi dalam kepemimpinan
adalah cara seoran pemimpin dalam memperlakukan orang yang dipimpinnya, yang
akan memberikan tanggapan berupa kegiatan-kegiatan yang menunjang atau tidak
bagi pencapaian tujuan kelompok atau organisasinya.
Berikut ini penjelasan mengenai dua bentuk hubungan
manusiawi.
a. Hubungan
manusiawi yang efektif (positif)
Yaitu komunikasi dan
perlakuan yang menimbulkan rasa ikut memiliki (sense of belonging), rasa ikut
bertanggungjawab (sense of responsibility), dan adanya kemauan untuk ikut
berpartisispasi (sense of
participation), baik pada orang-orang yang dipimpin maupun para pemimpin unit
masing-masing.
b. Hubungan
manusiawi yang tidak efektif (negative)
Yaitu komunikasi dan
perlakuan yang menimbulkan perasaan tidak senang, tidak puas, dan saling menolak antara kedua pihak. ( Dedy Mulyadi. 2012 : 30)
(Materi 02)
KONSEP-KONSEP
DASAR ORGANISASI
A.
Pengertian
organisasi
Organisasi
merupakan suatu sistem, mengkoordinasi aktivitas dan mencapai tujuan bersama
atau tujuan umum. Dikatakan merupakan suatu sistem karena organisasi itu
terdiri atas berbagai bagian yang saling tergantung satu sama lain. Jika satu
bagian terganggu maka akan ikut berpengaruh pada bagian lain.
B.
Elemen-elemen
organisasi
Berikut ini penjelasan
elemen-elemen oranisasi
1.Struktur
Sosial.
Struktur Sosial adalah pola atau aspek aturan
hubungan yang ada antara partisipasi di dalam suatu organisasi. Struktur sosial
menurut Davis (scott, 1981) dapat dipisahkan menjadi dua komponen yaitu
struktur normatif dan struktur tingkah laku.
Struktur
normative adalah mencakup nilai, norma dan peranan yang diharapkan.
Stuktur
tingkah laku, Komponen ini berfokus kepada tingkah laku yang dilakukan dan
bukan pada resep tingkah laku.
2.
Partisipan
Partisipan
organisasi adalah indifidu-individu yang memberikan kontribusi kepada
organisasi.
3.
Tujuan
Tujuan
merupakan suatu titik sentral petunjuk dalam menganalisis organisasi. Tujuan
dibatasi sebagai suatu konsepsi akhir yang diingini, atau kondisi yang
partisipan usahakan mempengaruhinya, melalui penampilan aktivitas tugas-tugas
mereka.
4.
Teknologi
Yang
dimaksud dengan teknologi adalah penggunaan mesi-mesin atau perlengkapan mesin
dan juga pengetahuan teknik dan keterampilan partisipan. Tiap-tiap organisasi
mempunyai teknologi dalam melakukan pekerjaannya.
5.
Lingkungan
Setiap
organisasi berada pada keadaan fisik tertentu, teknologi, kebudayaandan
lingkungan sosial, terhadap mana organisasi tersebut harus menyesuaikan
diri. Tidak ada organisasi yang sanggup
mencukupi kepentingan dirinya sendiri. Semuanya tergantungkepada lingkungan
system yang lebih besar untuk dapat terus hidup.
C.
KARAKTERISTIK
ORGANISASI
Macam-macam karakteristik
organisasi
1. Dinamis
Organisasi
sebuah system terbuka terus menerus mengalami perubahan, karena selalu
menghadapi tantangan baru dari lingkungannya dan perlu menyesuaikan diri dengan
keadaan lingkungan yang selalu berubah tersebut. Sikap dinamis ini pertama
skali disebabkan karena adanya perubahan ekonomi dalam lingkungannya. Semua
organisasi memerlukan keuangan untuk melakukan aktivitasnya. Oleh karena itu
kondisi ekonomi mempengaruhi secara tajam pada kehidupan organisasi.
2. Memerlukan
Informasi
Semua organisasi
memerlukan informasi untuk hidup. Tanpa informasi organisasi tidak dapat jalan.
Dengan aanya informasi bahan mentah dapat diolah menjadi hasil produksi yang
dapat dimanfaatkan oleh manusa. Begitu juga sebaliknya dengan tidak adanya
informasi suatu organisasi dapat macet atau mati sama sekali.
3. Mempunyai
Tujuan
Organisasi
adalah beberapa kelompok orang yang berkarja sama mencapai tujuan tertentu.
Oleh karena itu setiap organisasi harus mempunyai tujuan sendiri – sendiri.
Tentu saja tujuan suatu organisasi dengan organisasi lainnya sangat bervareasi.
4. Terstruktur
Organisasi
dalam usaha mencapai tujuan biasanya membuat aturan-aturan, undang-undang dan
hierarki hubungan dalam organisasi.
Struktur
menjadikan organisasi membekukan prosedur kerja dan menghususkan tugas yang
berhubungan dengan proses produksi. Biasanya suatu organisasi mengembanggkan
suatu struktur yang membantu organisasi menggontrol dirinya sendiri.
D.
FUNGSI
ORGANISASI
Organisasi mempunyai beberapa fungsi
diantaranya :
1.
Memenuhi Kebutuhan Pokok Organisasi
Setiap
organisasi mempunyai kebutuhan pokok masing-masing dalam rangka kelangsungan
hidup organisasi tersebut.
2. Menggembangkan
Tugas dan Tanggung jawab
Kebanyakan organiasi bekerja dengan
bermacam-macam standar etis tertentu. Ini berarti organisasi harus hidup sesuai
denga standar yang telah ditetepkan oleh organisasi maupun standar masyarakat
dimana organisasi itu berada. Standar ini memberikan organisasi satu set
tanggung jawab yang harus dilakukan oleh anggota organisasi, baik itu ada
hubungannya dengan produk yang mereka buat maupun tidak.
3. Memproduksi
Barang atau Orang
Fungsi utama dari organisasi adalah
memproduksi barang atau orang sesuai dengan jenis organisasinya. Semua
organisasi mempunyai produknya masing-masing. Misalnya organisasi pendidikan
guru produksinya adalah calon-calon guru. Organisasi tekstil hasil produksinya
adalah tekstil yang mungkin bermacam-macam jenis dan coraknya.
Para
ahli dan pimpinan organisasi banyak menggunakan waktunya untuk memikirkan
peningkatan dan penyempurnaan hasil produksinya. Hal ini akan memungkinkan
organisasi dapat memproduksikan hasil organisasinya dalam waktu yang cepat,
mudah dan biaya yang seminimal mungkin.
4. Mempengaruhi
dan Dipengaruhi Orang
Sesungguhnya organisasi digerakkan oleh
orang. Orang yang membimbing, mengelola, mengarahkan dan menyebabkan
pertumbuhan organisasi. Orang yang memberikan ide-ide baru, program baru dan
arah yang baru.
E. TEORI ORGANISASI
Teori organisasi
yang akan dibahas antara lain teori klasik, teori hubungan manusia, teori
system social, teori politik dan teori symbol.
1. Teori
klasik
Teori
klasik atau struktural berasal dari dua teori. Pertama, teori saintifik
manajemen yang dikembagkan oleh W. Tylor 1911 yang menekan kan pada pembagian
pekerjaan untuk mendapatkan hasil maksimal dengan biaya seefisien mungkin.
Kedua, berasal dari birokrasi yang dikembangkan oleh Max Weber 1947 yang
menekankan pentingnya bentuk struktur hierarki yang efektif bagi organisasi.
2. Teori
Hubungan Manusia
Teori huibungan manusia ini menekankan pada pentingnya
individu dan hubungan social dalam kehidupan organisasi.
3. Teori
Sistem Sosial
teori
system memandang organisasi sebagai kaitan bermacam-macam komponen yang saling
tergantung satu sama lain dalam mencapai tujuan organisasi.
4. Teori
Politik
Ahli-ahli
teori politik melihat kekuasaan (power), konflik dan distribusi dari
sumber-sumber Yang langka sebagai pokok permasalahan pada organisasi. Dengan
kata-kata lain mereka memandang organisasi sebagai arena politik yang hidup,
yang berisi variasi kompleks dari kepentingan individu dan kelompok.
5. Teori
Simbolis
Tiap-tiap teori menerangkan aspek-aspek yang berbeda dari organisasi.
Teori klasik memfokuskan pada peranan, hubungan dan cara-cara yang lebih formal
mengenai koordinasi bermacam-macam usaha kea rah yang sama. Dalam teori
hubungan manusia memfokuskan kepada kebutuhan individual dan yang menjadi
persoalan bagaimana merancang keadaan yang dapat mengintegrasikan kebutuhan
individu dan organisasi.
(Materi 03)
PERSEPSI DAN KONSEP DASAR KOMUNIKASI
ORGANISASI
A. PERSEPSI MENGENAI KOMUNIKASI
ORGANISASI
Sejumlah ahli belum memiliki
persepsi seragam tentang komunikasi organisasi sebagai dasar untuk memahami apa
sesungguhnya pengertian komunikasi organisasi. Beragam persepsi itu antara
lain:
1. Redding
dan Sanborn menyatakan: komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan
informasi dalam organisasi yang kompleks
2. Katz
dan Kahn mengemukakan: komuniksasi organisasi merupakan arus informasi,
pertukaran informasi, dan pemindahan arti dalam suatu organisasi
3. Zelko
dan Dance mempersepsikan bahwa komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang
saling tergantung, mencakup komunikasi internal dan komunikasi eksternal
4. Menurut
Thayer, komunikasi organisasi sebagai arus data dalam melayani proses
interkomunikasi dalam suatu organisasi melalui beberapa cara
5. Greenbaunm
berpendapat, komunikasi organisasi termasuk arus komunikasi formal dan informal
dalam organisasi.
Kendati
para ahli berbeda persepsi dalam mendefinisikan komunikasi organisasi, namun
dapat disimpulkan bahwa:
1.
Komunikasi organisasi terjadi dalam
suatu sistem terbuka yang kompleks dan dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri,
baik secara internal maupun eksternal
2.
Komunikasi organisasi meliputi pesan dan
arusnya, tujuan, arah, dan media
3.
Komunikasi organisasi meliputi orang dan
sikapnya, perasaannya, hubungannya, dan keterampilannya.
B.
DEFINISI
DAN KONSEP KUNCI DARI KOMUNIKASI ORGANISASI
organisasi adalah proses menciptakan
dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung
satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu
berubah-ubah.
Definisi ini mengandung tujuh
konsep kunci yaitu :
1.
Proses
Suatu
organisasi adalah suatu sistem terbuka yang dinamis yang menciptakan dan saling
menukar pesan di antara anggotanya.
2.
Pesan
Yang
dimaksud dengan pesan adalah susunan simbol yang penuh arti tentang orang,
objek, kejadian yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang.
3.
Jaringan
Organisasi
terdiri dari satu seri orang yang tiap-tiapnya menduduki posisi atau peranan
tertentu dalam organisasi.
4.
Keadaan Saling Bergantung
Konsep
kunci komunikasi organisasi keempat adalah keadaan yang saling tergantung satu
bagian dengan bagian yang lainnya. Hal ini telah menjadi sifat dari suatu
organisasi yang merupakan suatu sistem terbuka.
5.
Hubungan
Oleh karna itu
hubungan dalam organisasi yang memfokuskan kepada tingkah laku
komunikasi dari
orang yang terlibat dalam suatu hubungan perlu dipelajari. 6.Lingkungan
Yang
dimaksud dengan lingkungan adalah semua totalitas dan secara fisik dan faktor
sosial yang diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai individu dalam
suatu sistem.
6.
Ketidak pastian
Yang
di maksud dengan ketidakpastian adalah perbedaan informasi yang tersedia dengan
informasi yang di harapkan. Untuk mengurangi faktor ketidakpastian ini
organisasi menciptakan dan menukar pesan di antara anggota,melakukan suatu
penelitian,pengembangan organisasi,dan menghadapi tugas-tugas yang kompelks
dengan integrasi yang tinggi.
C.
PENDEKATAN
KOMUNIKASIORGANISASI
Untuk melihat komunikasi yang
terjadi dalam suatu organisasi dapat di gunakan tiga pendekatan yaitu
pendekatan makro,mikro dan individual.
1. Pendekatan makro
Dalam
pendekatan makro, organisasi dipandang sebagai suatu struktur global yang
berinteraksi dengan lingkungannya.
2. Pendekatan mikro
Pendekatan
ini terutama difokuskan pada komunikasi dalam unit dan subunit di suatu
organisasi, yaitu komunikasi antaranggota kelompok.
3.Pendekatan individual
Pendekatan
individual berpusat pada tingkah laku komunikasi individual dalam organisasi.
(Materi
04)
IKLIM
KOMUNIKASI ORGANISASI
A. IKLIM
ORGANISASI
Konsep mengenai iklim organisasi telah mendapat
perhatian kira-kira sejak 30 tahun silam. Namun sayangnya, hingga kini belum
ada kesepakatan para ahli tentang itu. Beragam pendapat tentang definisi iklim
organisasi, diantaranya:
1.
Tagiuri
(1968): iklim organisasi adalah kualitas yang relatif abadi
dari lingkungan internal organisasi yang dialami oleh anggota-anggotanya,
mempengaruhi tingkah laku mereka, serta dapat diuraikan dalam istilah
nilai-nilai suatu set karakteristik tertentu dari lingkungan
2.
Payne dan Pugh (1976) mendefinisikan: iklim organisasi sebagai suatu konsep
yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap,
tingkah laku, dan perasaan anggota terhadap suatu sistem sosial
3.
Litwin
dan Stringers (1968) menyatakan, dimensi iklim organisasi
meliputi: rasa tanggung jawab, standar atau harapan tentang kualitas pekerjaan,
ganjaran atau reward, rasa
persaudaraan, serta semangat tim
4.
Hillrieger
dan Slocum (1987) mengemukakan: berdasarkan subsistem
dalam organisasi, iklim organisasi adalah suatu set atribut organisasi dan subsistemnya
yang dapat dirasakan oleh anggota organisasi, yang mungkin disebabkan oleh
cara-cara organisasi atau subsistem terhadap anggota dan lingkungannya.
Kendati
para ahli berbeda persepsi dalam mendefinisikan iklim organisasi, namun dapat
konsensus yang bisa dikompromi untuk dijadikan acuan, yaitu bahwa:
1.
Iklim organisasi adalah suatu konsep
yang masih menjadi pembicaraan oleh beberapa ahli mengenai sifat yang dimiliki
sistem atau organisasi secara keseluruhan atau subunit organisasi.
2.
Untuk mengukur iklim organisasi secara
psikologis, para ahli hanya perlu mengukur persepsi anggota secara individual
mengenai organisasi
3.
Karena iklim organisasi adalah suatu
atribut dari satu sistem, mengukur persepsi subyek saja tidaklah cukup.
B.
IKLIM
KOMUNIKASI
Adapun pedoman untuk mempelajari materi ini adalah
bahwa:
Untuk
menyikapi iklim organisasi yang terjadi dalam suatu organisasi, maka menurut
Redding (1986), ada lima prinsip urgen dalam iklim organisasi:
1.
Supportiveness, yaitu bawahan
mengamati bahwa hubungan komunikasi mereka dengan atasan membantu mereka
membangun dan menjaga perasaan diri berharga dan penting
2.
Partisipasi membuat keputusan
3.
Kepercayaan dapat dipercaya dan
dapat menyimpan rahasia
4.
Keterbukaan dan keterusterangan
5.
Tujuan kinerja yang tinggi, pada
tingkat mana tujuan kinerja dikomunikasikan dengan jelas kepada anggota
organisasi.
(Materi
05)
KOMUNIKASI
ORGANISASI VERBAL
A.
Pengertian
komunikasi verbal
Komunikasi verbal merupakan
komunikasi yang menggunakan simbol-simbol atau kata-kata, baik yang dinyatakan
secara oral (lisan) maupun dalam bentuk tulisan. Komunikasi verbal juga
merupakan karakteristik khusus manusia.
(Materi
06)
KOMUNIKASI
ORGANISASI NONVERBAL
A.
PENGERTIAN
KOMUNIKASI NONVERBAL
Yang dimaksud komunikasi nonvernal adalah penciptaan
dan pertukaran pesan dengan tidak menggunakan kata-kata seperti komunikasi yang
menggunakan gerakan tubuh,sikap tubuh, vocal yang bukan kata-kata, kontak mata,
ekspresi muka, kedekatan jarak dan sentuhan. Dengan komunikasi nonverbal, orang
dapat mengekspresikan perasaannya melalui ekspresi wajah dan nada atau
kecepatan suaranya.
B.
FUNGSI
KOMUNIKASI NONVERBAL
Meskipun komunikasi verbal dan nonverbal berbeda
dalam banyak hal namun kedua bentuk komunikasi itu seringkali bekerja sama.
Atau dengan kata lain komunikasi nonverbal ini mempunyai fungsi tertentu dalam
proses komunikasi verbal.
1.
Pengulangan
Kita sering menggunakan pengulangan terhadap apa
yang telah dikatakan secra verbal.
2.
Pelengkap
Tanda-tanda non verbal dapat digunakan untuk
melengkapi, menguraikan atau memberikan penekanan terhadap pesan verbal.
3.
Pengganti
Kita sering menggunakan pesan nonverbal pada tempat
pesan verbal. Penggantian yang demikian umum dilakukan apabila pembicaraan
tidak memungkinkan, tidak diinginkan, atau tidak tepat diucapkan.
4.
Memberikan Penekanan
Kadang-kadang kita menggunakan tanda-tanda nonverbal
untuk memberikan penekanan terhadap kata-kata yang diucapkan. Gerakan kepala
dan nada suara adalah bentuk yang umum digunakan untuk memberikan penekanan.
5.
Memperdayakan
Kadang-kadang tanda-tanda nonverbal sengaja
diciptakan untuk memberikan informasi yang salah, dengan maksud memberikan
pengarahan yang tidak benar atau untuk memperdayakan orang lain. Diantara
bentuk yang paling umum dari tingkah laku nonverbal yang memperdayakan adalah Poker face.
C.
TIPE
KOMUNIKASI NONVERBAL
Beratus-ratus gerakan tubuh manusia yang
berbeda-beda dapat dibuat sebagai signal dalam komunikasi nonverbal, tetapi
dalam bagian ini hanya dipilih beberapa gerakan dasar yang banyak digunakan
orang. Diantaranya adalah :
a. Vokalik
Yang dimaksud dengan vokalik adalah tingkah laku
nonverbal yang berupa suara, tetapi tidak berupa kata-kata. Atau dapat juga
dikatakan tanda-tanda yang diciptakan dalam proses yang mengucapkan pesan,
selain dari kata-kata itu sendiri.
b. Bahasa
badan
Yang masuk kategori bahasa badan
ini adalah ekspresi muka, pandangan mata , gerakan isyarat dengan menggunakan
tangan, bahu, kepala dan kaki, sentuhan dan sikap badan.
(Materi
07)
Pengantar
Komunikasi
Formal dan Informal dalam Organisasi
a. Jaringan
Komunikasi Formal
Jaringan
komunikasi dalam organisasi berlangsung dalam dua bentuk, yaitu jaringan
komunikasi formal dan jaringan komunikasi informal., atau biasa disebut dalam
organisasi komunikasi resmi dan tidak resmi. Bila pesan mengalir melalui jalan resmi yang ditentukan oleh hirarki
resmi organisasi atau oleh fungsi pekerjaan maka pesan itu menurut jaringan
komunikasi formal. Pesan dalam jaringan komunikasi formal biasanya mengalir
dari atas ke bawah atau dari bawah ke atasatau tingkat yang sama atau secara
horizontal. Setidaknya terdapat dua pendapat mengenai jaringan komunikasi
formal, ada pakar komunikasi yang membagi ke dalam tiga alur dan ada pula yang
mebagi dalam emoat alur. Pendapat pertama menetapkan tiga bentuk utama dari arus pesan dalam jaringan
komunikasi formalyang mengikuti garis komunikasi seperti yang digambarkan dalam
struktur organisasi, yaitu,:
1. Downward
communication, atau komunikasi kepada bawahan
2. Up
ward Communication atau komunikasi kepada atasan
3. Horizontal
Communication atau komunikasi horizontal.
a. Komunikasi
ke Bawah
Komunikasi ke
bawah menunjukkan arus pesan yang mengalir dari para atasan atau para pimpinan
kepada bawahannya. Kebanyakan komunikasi ke bawah digunakan untuk menyampaikan
pesan-pesan yang berkenaan dengan tugas-tugas dan pemeliharaan.
b.
Komunikasi
Ke Atas
Yang dimaksud
dengan komunikasi ke atas adalah pesan yang mengalir dari bawahan kepada atasan
atau dari tingkat yang lebih tinggi. Semua karyawan dalam suatu organisasi
kecuali yang berada pada tingkatan yang paling atas mungkin berkomunikasi ke
atas. Tujuan dari komunikasi ini adalah tuk memberikan balikan, memberikan
saran dan mengajukan pertanyaan.
(Materi 08)
Pengantar
Kepemimpinan
A. Definis Kepemimpinan
Definisi
kepemimpinan secara luas meliputi proses memengaruhi dalam menentukan tujuan
organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, memengaruhi
untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Selain itu juga memengaruhi
interpretasi mengenai peristiwa-peristiwa para pengikutnya.
Pimpinan
dibagi menjadi dua yaitu :
v Pimpinan
formal (lembaga eksekutif, legislatife, dan yudikatif),
artinya seseorang yang ditunjuk sebagai pemimpin, atas dasar keputusan dan
pengangkatan resmi untuk memangku suatu jabatan dalam struktur organisasi
dengan segala hak dan kewajiban yang melekat berkaitan dengan posisinya.
v Pinpinan
informal (tokoh masyarakat, pemuka agama, adat, LSM, guru,
bisnis, dan lain-lain), artinya seseorang yang ditunjuk memimpin secara tidak
formal, karena memiliki kuaalitas unggul, dia memcapai kedudukan sebagai
seorang yang mampu memengaruhi kondisi psikis dan perilkau suatu
kelompok/komunitas tertentu.
B.
Teori
dan Model Kpemimpinan
1. Teori
Sifat
Teori yang berusaha untuk
mengidentifikasikan karakteristik khas (fisik, mental, kepribadian) yang
dikaitkan dengan keberhasilan kepemimpinan. Teori ini menekannkan pada
atribut-atribut pribadi dari para pemimpin. Teori ini didasarkan pada asumsi
bahwa beberapa orang merupakan pemimpin alamiah dan dianugerahi beberapa cirri
yang tidak dipunyai orang lain seperti energy yang tiada habis-habisnya,
intuisi yang mendalam, pandangan masa depan yang luar biasa dan kekuatan
persuatif yang tidak tertahankan.
2. Teori
Kepribadian Perilaku
Di akhir tahun 1940-an para peneliti mulai
mengeksplorasikan pikiran bahwa bagaimana perilaku seseorang dapat menentukan
keefektifan kepemimpinan seseorang. Dan mereka menemukan sifat-sifat, mereka
meneliti pengaruhnya pada prestasi dan kepuasan dari pengikut-pengikutnya.
3. Teori
Kepemimpinan Situasional
Suatu pendekatan terhasap kepemimpinan yang
menyatakan bahwa pemimpin memahami perilakunya, sifa-sifat bawahannya dan
situasi sebelum menggunakan suatu gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan ini
mensyaratkan pmimpin untuk memiliki keterampilan dignostik dalam perilaku
manusia.
Comments
Post a Comment