Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo 4G ceria. Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi. Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...
Begitu banyaknya fenomena sosial dinegeri ini yang membuat kita miris
melihatnya. Dari beberapa wacana ataupun pemberitaan media massa baik
cetak, elektronik maupun online. Beberapa diantara membahas persoalan
mengenai anak-anak. Mulai dari kasus pelecehan seksual, prostitusi di
bawah umur, perdagangan anak dan yang baru-baru ini kasus penelantaran anak
oleh orang tuanya. Hal tersebut seakan menggugah nurani kita terhadap
kasus-kasus yang menimpa anak dinegeri ini. Anak-anak yang semestinya
menikmati masa kanak-kanaknya dengan bermain, bercanda riang bersama
teman sebayanya, seakan direnggut oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab
dan mengambil keuntungan dari kepolosan mereka. Orang tua yang
seharusnya jadi tempat berlindung bagi merekapun tak didapatkannya.
Belum lagi oknum guru yang sepatutnya membentuk masa depan mereka malah
merenggut masa depannya dengan tindak kekerasan seksual terhadapnya.
Ini jadi beban psikologi tersendiri bagi anak-anak yang mengalami hal tersebut. Malu, takut, pesimis dan trauma merupakan dampak yang harus diterima.
Lantas siapa yang mesti bertanggung jawab dengan ini semua ? Pemerintah kah ? Institusi tempat mereka mengenyam pendidikan kah ? Orang tuakah ? Komnas perlindungan anakkah ? Ataukah hal tersebut menjadi tanggungan kita semua ?
Kasihan mereka "anak-anak" .
Ini jadi beban psikologi tersendiri bagi anak-anak yang mengalami hal tersebut. Malu, takut, pesimis dan trauma merupakan dampak yang harus diterima.
Lantas siapa yang mesti bertanggung jawab dengan ini semua ? Pemerintah kah ? Institusi tempat mereka mengenyam pendidikan kah ? Orang tuakah ? Komnas perlindungan anakkah ? Ataukah hal tersebut menjadi tanggungan kita semua ?
Kasihan mereka "anak-anak" .

Comments
Post a Comment