Skip to main content

Posts

Paket Internet 4G Ceria Telkomsel

  Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo   4G ceria.   Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi.   Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan   pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...

Cinta Diketinggian 2883 mdpl, Gunung Bawakaraeng !

Bawakaraeng, 15 Agustus 2017, Malam itu langit terasa dekat dipelupuk mata, liuk dedaunan bising seraya embun yang ikut menyelimuti kami disepajang shalter ketujuh Bawakaraeng. Tubuhku mulai kelelahan, carrier 60 Liter jadi tungganganku sedari tadi. Kami memutuskan untuk rehat sejenak. Dengan nafas tak beraturan, kusandarkan tubuh ini dipepohonan sembari meneguk air yang pun mulai   menipis. Ada umpatan kata dibalik keheningan kala itu, dibalik raut wajah yang coba terlihat tegar mesti hati berkecamuk tajam. Diseberang jalur, tepat iya duduk dihadapanku, gadis tomboy yang mengajarkanku banyak hal tentang alam. Ia tersenyum, sedikit mencibir, sesekali menawarkan diri bertukar ransel denganku. Aku mengenal ia semasa bakhti kami sebagai Mahasiswa. Ia tergolong perempuan yang smart dan kritis dihabitat (fakultas) nya. Hobynya hiking , beda dengan perempuan lain pada umumnya. Gimana’, dah nyerah ? sautnya Aku terdiam,”. Ini kali pertama aku menapaki terjalnya Gunung bawakaraen...

Liburan ke Gunung Bromo, Bro !!!

Kali ini saya akan mengulas sedikit pengalaman saya sewaktu berlibur di tanah Jawa, khususnya di Jawa Timur. Ini merupakan salahsatu momen bersejarah di penghujung akhir tahun 2017 bagi saya. Bermodal ransel ukuran 25 liter dan ijin dari orang tua, saya memulai perjalanan dari bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju kota Surabaya sekitar pukul 8;00 pagi. Ini bukan kali pertama saya menginjakkan kaki di kota yang dijuluki kota Pahlawan ini. Kebetulan keluarga yang di Samarinda dan 5 orang rekannya juga ikut, dan rencananya kami akan bertemu dialun-alun kota sidoarjo. Mereka memilih berangkat menggunakan transportasi laut, maklum selain bawa diri, mereka juga bawa motor untuk kami gunakan turing nantinya. Diterminal kedatangan, saya sudah ditunggu oleh mas Anto, kawan lama sepupu saya di samarinda. Dia asli orang Jatim, perawakannya agak sangar, gondrong, hitam dan tatoan, tapi orangnya baik banget. Tak butuh waktu lama untuk kami sekadar akrab dan berbagi sebatang rokok. Sepanjang ...

Politik Identitas !!!

Yang merperjuangkan saling hujat menghujat demi mendombrak elektabilitas masing-masing petarung, perang ide, visi, dan misi dikesampingkan. kompetensi, kapabilitas dinomor duakan. disetiap debat, yang ada, hanya menonjolkan kelemahan, kelebihan, keburukan, prestasi, latar belakang, dan strata sosial petarung. Hingga yang paling riskan, agama sebagai  rahmatan lil alamin  dijadikan senjata politik yang paling mujarat untuk menyerang satusama lain. Hal ini di lakukan tentunya guna menggalang suara dan simpati masyarakat sebanyak mungkin. Belum lagi, mereka yang memiliki kekuatan impersonal terkadang lebih diunggulkan dan cenderung mendorong kita kearah yang mereka inginkan, dimana organisasi komersil dan politik dengan mudah memanipulasi fikiran kita, tanpa kita mampu melihat kebenaran dari wacana maupun issue-issue kampanye terkait pemetaan agama dan politik atau dalam konteks ini politik identitas.   Sejatinya, dinamika hubungan antara agama dan politik...

Aku !!!

Aku tak ingin menjadi mentari menurut kamu, yang menganggap dirimu hanyalah bumi untuk kusinari lalu redup dan bersinar di belahan semesta lain. Aku tak ingin sebebas burung menurut kamu, yang bebas melayang meninggalkan sarang dan hinggap pada satu pohon ke pohon berikutnya. Aku tak ingin seperti kopi menurut kamu, manis dan pahit kau rasakan disetiap sedupannya hingga habis terserap ampasnya. Aku ingin menjadi aku menurut kamu, Memberi warna pada setiap sendi kehidupanmu Memberi tinta pada carik demi carik kisah diatas kertas perjuanganmu

Pernah Meraih Namun Tak Mampu Untuk Menjaga !!!

Kepadamu, bisakah aku kembali ? mesti ku tau perasaan tak mungkin lagi berarti ? Seminggu setelah kepergianmu, sesalku tak kunjung redah menagisi setiap detik kenangan bersamamu. Pagiku suram seketika, ketika pesan-pesan singkat penuh semangat, tak lagi bermuculan di layar handphoneku. Aku rindu kebiasaanku saat lalu, dikala kita masih utuh dalam kasih yang padu. Banyak hal yang tak bisa kupungkiri, bahwa hadirmu cukup berpengaruh dalam hidupku.  Aku tak tahu dengan siapa kini mesti ku beradu. keluhku tak mampu lagi kutahan, pahitku tak mampu lagi ku telan. Ingin kumaki egoku sendiri yang telah merenggutmu dari sisiku yang haru. "Ternyata aku sebodoh ini, pernah meraih namun tak mampu untuk menjaga"  Pelan-pelan dirimu melupakan, merelakan masa-masa itu digerus lajunya waktu. Berharap orang lain memilikimu untuk kisah yang baru. Namun,aku yakin dikepalamu tetap saja aku, sebagai awal untuk langkah yang lebih maju.   

Akhir !!!

Maaf untuk semua luka yang kuberi selama ini. Kali ini, aku tak akan lagi memaksamu kembali, jika itu sudah menjadi keputusan yang matang bagi dirimu. Mungkin baiknya seperti ini. Sendiri-sendiri tanpa perlu menjaga hati. Akupun sama, sama capeknya seperti dirimu. Perang ego, saling caci, hampir tiap hari kita lalui. Seakan Air matamu adalah dosa bagiku, dan air mataku adalah kepuasan untukmu. Sampai kata sayang kembali lagi hadir dalam ucapan, dimana hati tak mampu lagi untuk menahan. Kisah ini terlalu rumit untuk kita lalui. Masing-masing dari kita punya dunia yang berbeda, hidup dan cara pandang yang berbeda. Kita tau bahwa kita tak akan pernah sama, entah dari segi apapun. Kita hanya dua insan yang pernah jadi satu dalam sebuah kesepakatan. Dimana hal itulah yang membuat kita bertahan hingga detik ini. Mungkin sudah saatnya kita pulang, sebab kita takkan mampu lagi untuk mengulang. Terima kasih pernah singgah diantara kemungkinan baik yang ingin menetap. Tolong, jangan kau ci...

Jait Di Katanya Ngehina !!!

Disuruh jait dibilangnya ngina, nah loh gimana bisa. Kelakuan nih kalau doi’ lagi PMS, dia yang ngeluh kehujanan, kok aku yang kena caci. giliran dikasih solusi mala jawabnya. “Jait ? ngejek banget lu, akunya tau diri kok”. Nah loh, sejak kapan jait pakain/mantel jadi kegiatan memalukan, kecuali lunya biseksual, baru lu ngerasa kehina dungu. Dua tahun bareng kok gini-gini amat yah. Pas diawal aja lunya baik-baik, eeh makin kesini lah kok kaya orang kesetanan. Salahku saja yang diungkit, dosanya apakabar ? Sengaja loh akunya tutup telinga, bukannya mau mencibir atau gimana, saking sayangnya, orang bilang apapun tentang kau, guama diam-diam aja. Yang paling ngeselin, setiap berantem,ujung-ujungnya pasti ngomong gini, “aku mah apa, cuman anak dari tukang angkut sampah dijalan”. trus aku yang dituduh maki keluarganya gitu. astaga, ini ceritanya gimana. Lu pikir gua anak pejabat yah. Bahkan yang lebih rendah dari keluargakupun, gua gak berani ngina. apalagi lu. Taunya cum...

black is the identity of the Kajang tribe

The black color became the identity of the tribe of kajang. The black color becomes a sacred color and is identical to a kajang. The black color for the kajang community as a form of equality in everything including simplicity. The black color shows strength, manifests everyone in front of the creator. Equality in the form of being born, dealing with the environment, preserving the forest that must be kept as authenticity as a source of life. Kajang tribe is one of the traditional tribes located in eastern Indonesia that still cling to the ancestral customs, precisely in the province of South Sulawesi. Geographically, kajang is divided into two, namely deep kajang tribe or commonly referred to as indigenous kajang, and outside kajang that area kajang without intervention from indigenous tribal kajang. The Kajang are an interesting tribe to talk about. Starting from the rituals or ceremonies, custom clothing, custom house, and customary law.

Pioner !

Betapa hebat kekuatan politik dinegeri ini, Ketika kepentingan segolong umat lebih bermakna dibanding kedaulatan bangsa. Membutakan segalanya, mengikis sedikit demi sedikit ideologi bangsa yang katanya pancasila. Semangat Kebhinekaan tinggal slogan yang tak mampu menjaga apa-apa. Semua seakan sirna demi kekuasaan. Agama diperjual belikan, dijadikan senjata mendiskriminasi kaum minor yang jua punya andil besar atas kemerdekaan. Tak ada lagi kata toleransi, tak ada lagi semangat saling menghargai. Kehangatan berdampingan ditengah perbedaan sepertinya sebatas cita yang diambakan. Propaganda menyulut api keretakaan, menggiring opini menyudutkan pioner. "Penista Agama, Penista Agama, Penista Agama"  topik utama seantero indonesia.

Rindu III

Apa kau dengar lantunan indah yang mengungkap kisah-kisah saat lalu. Karya terbaik sang jurnalism yang iya limpahkan dalam sebuah kitab yang kini jadi pedomanmu. Bukankah aneh, jika aku mencoba menalarkan semua dalam fikiranku ? Menganggap itu sebagai candu untuk dirimu ? Dan bahkan untuk sabahagian orang ? Lantas, mengapa rautmu begitu tabah, ketika batasan-batasan itu tak mampu kau lampaui. Sedang kau tengah dilanda kedukaan atas kehilangan. Bukankah kau semestinya marah, meyalahkan semua pada apa yang menjadi kiblatmu. Haaa, Terkadang aku iri terhadapNya, iya punya banyak ruang dalam kehidupanmu. Menyinarimu dengan kata-kata indah yang membuatmu terpaksa tunduk pada satu kebenaraan yang katanya hakiki. Sedang, aku hanya sebahagian kecil maujud yang kadang ada dalam fikiranmu. Sebagai aib yang pernah ada dalam hidupmu. Lantas apa yang mendasari takdir ? Ketika kau sematkan Iya atas segalanya dalam kehidupanmu. Mengorbankan asa yang semestinya kian bergejolak. Bukankan kita ...