Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo 4G ceria. Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi. Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...
Yang merperjuangkan
saling hujat menghujat demi mendombrak elektabilitas masing-masing petarung,
perang ide, visi, dan misi dikesampingkan. kompetensi, kapabilitas dinomor
duakan. disetiap debat, yang ada, hanya menonjolkan kelemahan, kelebihan,
keburukan, prestasi, latar belakang, dan strata sosial petarung. Hingga yang
paling riskan, agama sebagai rahmatan lil alamin dijadikan
senjata politik yang paling mujarat untuk menyerang satusama lain. Hal ini di
lakukan tentunya guna menggalang suara dan simpati masyarakat sebanyak mungkin.
Belum
lagi, mereka yang memiliki kekuatan impersonal terkadang lebih diunggulkan dan
cenderung mendorong kita kearah yang mereka inginkan, dimana organisasi
komersil dan politik dengan mudah memanipulasi fikiran kita, tanpa kita
mampu melihat kebenaran dari wacana maupun issue-issue kampanye terkait pemetaan
agama dan politik atau dalam konteks ini politik identitas.
Sejatinya, dinamika
hubungan antara agama dan politik telah muncul sejak awal republik ini berdiri.
Perdebatan ideologi, konstituen terkait dasar negara, mempunyai peran andil
dalam pembentukan opini lama dikalangan elit penguasa (politisasi). Mechiavelli
dalam pandanganya berkata " Politik digunakan untuk menyebut dan
mengingatkan para elit penguasa, bahwa mereka benar-benar saling berperang demi
kekuasaan, bukan demi prinsip-prinsip mulia yang sering diobrolkan.
Selanjutnya, agama muncul sebagai juru selamat atas ketertindasan rakyat. Keberadaan
agama menjadi roh sekaligus corong demokratisasi elit penguasa. Agama dijadikan
alat legitimasi politik ketika ayat-ayatnya dikooptasi dan disubordinasi. hal
ini tentu terkait dengan ragam wacana dimedia massa saat ini, dimana “kita
terlalu legowo memberikan arti kepada obyek yang tidak berarti, kita belum
mampu mepersoalkanlah hal-hal yang lebih mempunyai arti. dimana dengan
sendirinya dalam konteks tersebut penilaian bukan hanya ditentukan oleh rasio
semata, melainkan sebagai satu kesatuan dan kesuluruhannya”.

Comments
Post a Comment