Komunikasi adalah sebuah proses dan sejarah
masa lalu, kondisi pikiran, kondisi fisik, dan faktor-faktor lain, memainkan
peran di sini. Dan pada akhirnya, kita juga memberi dampak pada orang lain
setiap kali kita berinteraksi. Selain itu kita bisa membuat orang lain merasa
lebih luas ruang gerkanya atau lebih sempit dengan interaksi kita. Dengan
setiap kata, suara, isyarat tubuh, ekspresi, pandangan sekilas, gerakan, jeda
dan sentuhan yang kita bagi kepada orang lain, seseorang akan berubah dengan
kentara atau tidak.
Retorika merupakan salah satu cara
berkomunikasi dengan secara lisan. Retorika biasanya selalu identik dengan
pidato atau public speaking. Dengan retorika seseorang dapat
menyampaikan pesan kepada khalayak atau publik yaitu biasanya dengan cara berbicara
di depan umum dengan bahasa dan kata-kata yang sudah disusun sedemikian rupa
sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan secara utuh dan tepat
sasaran. Dengan retorika pula, seseorang dapat menyampaikan pesannya dengan
gestur tubuh serta mimik sehingga dapat mudah lebih dipahami.
Retorika dan komunikasi itu saling berkaitan.
Retorika merupakan salah satu bentuk cara kita berkomunikasi. Dengan kita
melakukan retorika berati kita melakukan komunikasi secara verbal dan non
verbal. Bila kita mempunyai cara banyak berkomunikasi, dengan retorika kita
dituntut untuk berkomunikasi dengan teknik-teknik yang baik dan benar sehingga
pesan apa yang kita ingin sampaikan kepada pendengar dapat tersampaikan dengan
baik.
Berbicara adalah hal yang sangat penting bagi
manusia. Berbicara merupakan salah satu anugerah yang hanya dimiliki oleh
manusia sebagai makhluk hidup. Dengan berbicara manusia akan lebih mudah untuk
melakukan kegiatan komunikasi kepada orang lain. Berbicara juga mempermudah
seseorang dalam melakukan sosialisasi karena pada hakekatnya manusia tidak bisa
hidup sendiri dan tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan orang lain.
Berbicara dan mendengarkan merupakan hal
paling penting dalam setiap tindakan. Oleh karena itu kita mulai berbicara sejak
usia yang sedemikian muda maka kita seringkali menganggap komunikasi lisan
menjadi hal yang sudah lumrah. Keterampilan komunikasi dan perasaan-perasaan
kita mengenai sudah sedemikian mengakar dalam hidup kita sehingga kita jarang
memikirkannya serta menganalisis apakah sebenarnya komunikasi itu dan bagaimana
meningkatkannya.
Berbicara merupakan suatu hal yang sering
dilakukan kita di dalam kehidupan manusia untuk berkomunikasi dengan orang
lain. Dengan berbicara kita dapat meyampaikan pesan kepada lawan bicara karen
saat kita berbicara kita tidak hanya berkomunikasi melalui bahasa verbal tetapi
kita sering melakukannya dengan bahasa yang non verbal seperti gerakan
tubuh serta mimik muka. Bahasa verbal memang adalah hal yang utama dalam
berbicara namun alangkah baiknya jika berbicara didukung oleh bahasa non verbal
karena dengan bahasa non verbal seperti gerakan tubuh maka akan terlihat
seperti apa tingkah dan sikap kita saat berbicara. Non verbal dapat mempertajam
dan memperjelas pesan yang ingin disampaikan. Dengan non verbal kita dapat
sekilas melihat orang itu apakah seseorang percaya diri, karakter seseorang dan
lainnya.
Salah satu hal penting adalah dengan berbicara
kita dapat mengucapkan kata atau kalimat kepada seseorang atau sekelompok orang
dengan tujuan tertentu. Biasanya seseorang berbicara karena mempunyai tujuan
yaitu untuk menyampaikan pesan, memberikan informasi, memberikan motivasi
atau agar dapat mempengaruhi pikiran seseorang. Oleh karena itu, komunikasi
adalah salah satu jembatan untuk mempermudah seseorang bersosialisasi dengan
orang lain.
Setiap manusia harus terampil dalam berbicara.
Dengan berbicara manusia dapat menunjukan seberapa pandainya seseorang, luasnya
pengetahuan serta besarnya pengalaman yang dimiliki oleh seseorang. Oleh karena
itu, manusia dituntut untuk pandai dalam berbicara dan mengolah kata-kata untuk
menyampaikan pikirannya. Karena tuntutan itulah maka manusia sangatlah
membutuhkan seni keterampilan berbicara atau yang biasa kita kenal retorika.
Retorika atau seni keterampilan berbicara biasanya dipergunakan dalam proses komunikasi antarmanusia. Retorika bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh setiap manusia. Seseorang dapat menguasai keterampilan berbicara ini dengan cara berlatih berbicara di depan umum. Seseorang juga harus terampil untuk mengolah kata-kata dan membuat pidato yang jelas dan sesuai dengan tema yang diambil. Selain itu retorika penting untuk dipraktekan karena dengan retorika kita dapat menggabungkan antara pengetahuan, pikiran, kesenian, dan kesanggupan berbicara.
Dengan retorika sesorang dituntut untuk
terampil mengucapkan kata-kata yang tepat, pada saat yang tepat dan pada
pendengar yang tepat. Ketiga hal tersebut adalah hal yang paling penting dalam
seni keterampilan berbicara atau retorika. Seseorang tidak akan berhasil dalam
retorika ketika seseorang tidak dapat mencakup ketiga hal tersebut.
Pidato yang merupakan salah satu kebudayaan
kita berbicara di depan umum itu memiliki makna suatu kesempatan komunikasi
yang sudah mapan dengan pola bagaimana harus bersikap dan berkomunikasi yang
telah dimengerti dengan baik. Dengan pidato, peserta menharapkan bahwa
seseorang akan memberikan suatu pesan yang luas.
Berbicara di depan umum alangkah baiknya jika
singkat dan jelas. Dengan kata-kata yang singkat maka akan pula mempersingkat
waktu. Dengan waktu yang singkat maka membuat pendengar tidak merasa bosan.
Selain itu kata-kata yang jelas membuat pendengar merasa jelas apa yang
diampaikan sehingga pesan yang ingin disampaikan pembicara dapat tersampaikan dengan
baik. Satu hal yang penting lainnya adalah seseorang harus dapat membuat
suasana yang tidak membosankan dan mengesankan yaitu dengan cara mencairkan
suasana agar tidak tegang dan membuat seseorang nyaman.
Retorika menuntut kita untuk menguasai teknik
berbicara yang baik dan benar di depan umum. Dengan retorika pula seseorang
harus belajar berpidato yang memasukan unsur gerakan tubuh seperti postur
tubuh, gerak-isyarat, kontak mata, dan ekspresi wajah. Dengan hal tersebut kita
tidak bisa menyepelekan retorika. Retorika mengatur kita agar kita bisa
berbicara yang menarik sehingga pendengar fokus untuk mendengarkan pesan apa
yang ingin disampaikan oleh kita.
Seseorang yang menguasai ilmu retorika yang baik dalam berkomunikasi maka akan lebih mudah menyampaikan maksud dan tujuan dari apa yang dibicarakannya dalam berkomunikasi kepada pendengarnya. Oleh karena itu, suatu bentuk komunikasi yang ingin disampaikan secara efektif dan efisien akan lebih ditekankan pada kemampuan berbahasa secara lisan. Dengan melakukan kegiatan retorika, pembicara harus memiliki kemampuan penalaran yang baik sehingga pikiran pembicara dapat disajikan dalam suatu urutan yang teratur dan logis.
Seorang pembicara perlu memiliki pengalaman
yang banyak. Dengan pengalaman yang banyak maka seorang pembicara akan merasa
terbiasa untuk berbicara di depan umum. Selain itu dengan pengalaman pula maka
seorang pembicara dapat memiliki pengetahuan yang luas sehingga pembicara dapat
memprediksikan terlebih dahulu latar belakang para pendengar. Dengan prediksi,
pembicara dapat menyesuaikan cara berbicara sehingga pembicara dapat
menyesuaikan diri ketika dia berbicara di depan umum.
Retorika melatih mental kita untuk kuat.
Dibutuhkan mental yang kuat dan kepercayaan yang tinggi agar berhasil melakukan
retorika. Mental yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi membuat seseorang
lebih tenang saat berbicara di depan umum dan dilihat oleh orang banyak. Mental
dan kepercayaan diri timbul ketika seorang pembicara sudah merasa siap untuk
berbicara di depan umum dengan hati yang tenang.
Tidak semua pembicara memiliki mental yang
kuat dan kepercayaan diri yang tinggi. Ada banyak rintangan mental untuk
mempelajari dan mempraktekkan komunikasi lisan, yang antara lain bagaimana
orang banyak yang terbuai untuk menyalahkan semua kesulitannya berkomunikasi,
memandang sedemikian pentingnya sehingga terkadang terkesan menakutkan.
Menganggap berbicara merupakan kejadian yang sudah sangat biasa sehingga
keterampilan berbicara dianggap relatif gampang dan kurang penting untuk
dipelajari dan dipraktekkan.
Berbicara kepada seseorang atau sekelompok orang bukanlah hal yang mudah karena berbicara rentan sekali timbulnya hambatan. Hambatan saat kita berbicara dapat muncul dari dalam diri kita dan dari luar diri kita. Hambatan yang muncul dari dalam diri kita itu lebih susah untuk diatasi daripada yang datang dari luar diri kita karena kita dapat mengatasi hambatan yang datang dari luar jika kita pandai mengolah dari dalam diri kita sendiri. Hambatan yang sering terjadi saat kita berbicara khususnya saat kita berbicara di depan umum atau yang biasa kita kenal dengan nama pidato atau public speaking yaitu kita sering mengalami kesulitan dalam mengungkapkan maksud dan isi pikiran kita kepada orang lain. Selain itu maksud yang kita sampaikan sering berbeda apa yang kita pikirkan dengan apa yang ditangkap oleh pendengar atau audiens. Oleh karena itu, kita harus pandai untuk mengatasi hambatan-hambatan itu dengan cara berlatih semaksimal mungkin.
Keterampilan berkomunikasi atau berbicara
dapat diperoleh melalui latihan yang sistematis, terarah dan berkesinambungan.
Selain itu untuk menjadi pembicara yang baik maka seorang pembicara harus
berlatih dengan penuh perasaan dengan cara mengulang-ulang pidatonya yang telah
disiapkan sebelumnyaa karena tanpa latihan, kepasihan berbicara atau pidato
tidak dapat tercapai. Dengan cara tersebut maka akan banyak manfaat yang bisa
kita terima dan idak akan menjadi sesuatu yang sia-sia.
Retorika secara tidak langsung membuat
seseorang untuk mengahargai orang lain. Itu karena dengan kita melakukan
retorika, kita juga akan berpikir apa yang harus kita lakukan agar para
pendengar mendengarkan kita sehingga kita tidak akan menyepelekan seseorang.
Oleh karena itu, retorika menuntut kita untuk berperilaku sopan dan menghargai
orang lain di dalam kehidupan sehari-hari khusunya dalam bersosialisasi.
Dan pada intinya urgensi retorika terhadap
dunia komunikasi yaitu retorika melatih kita untuk menjadi seorang pembicara
sekaligus menjadi pendengar yang baik. Retorika juga membuat komunikasi menjadi
efisien dan efektif. Selain itu banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari
retorika seperti melatih mental dan kepercayaan diri kita, belajar untuk
mengahargai orang lain serta melatih kita untuk selalu berlajar dari setiap
pengalaman yang pernah kita alami karena dengan penuh keberanian pembicara
dapat meraih keberhasilan dengan cara beralatih. Dengan begitulah retorika
merupakan salah satu hal yang penting dalam dunia komunikasi karena retorika
membuat komunikasi menjadi lebih indah. Setiap pembicara akan menjadi pembicara
dan komunikator yang baik ketika dirinya mau untuk terus menerus belajar dari
kehidupan dan pengalamannya.
Jadi, berkomunikasi merupakan alat media personal dalam mendeklarasikan tujuan dan pemikiran hidupnya kepada orang lain. Dalam hal berkomunikasi, berbicara atau public speaking merupakan dasar dalam memenuhi kodrat hidup manusia sebagai makhluk sosial. Berbicara adalah anugerah Tuhan. Artinya, bahwa setiap orang dibekali bakat atau talenta berkomunikasi. Namun yang perlu diingat adalah Tuhan tidak selalu memberi segalanya serba jadi atau instan. Membentuk komunikasi yang baik dan mudah dipahami maksud dan tujuannya, pasti dibutuhkan latihan dan proses terus menerus. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita mengembangkan cara berpikir positif yang tentunya lebih bnayak mendatangkan keuntungan bagi pembentuk karakter kita yang pastinya tentu akan menunjang keberhasilan kita.
DAFTAR PUSTAKA
Bornmann, G Ernest dan Bornmann, Nancy C. 1989, “Retorika Suatu Pendekatan Terpadu”, Cetakan ke-4, Erlangga, Jakarta.
Fujishin, Randy. 2009, “Smart Public Speaker, Seni Berbicara di Muka Umum”, Cetakan 1, Bookmarks, Yogyakarta.
Ridha, Akrim. 2004, “Seni Menghadapi Publik”, Cetakan ke-2, Syamiil Cipta Media, Bandung.
Sirait, CharlesBonar. 2012, “Public
Speaking for Teacher, Kiat Sukses Pendidik Berkomunikasi dengan Publik”,
Cetakan 1, Grasindo, Jakarta.
Comments
Post a Comment