Skip to main content

Paket Internet 4G Ceria Telkomsel

  Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo   4G ceria.   Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi.   Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan   pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...

URGENSI RETORIKA DALAM DUNIA KOMUNIKASI

Komunikasi adalah sebuah proses dan sejarah masa lalu, kondisi pikiran, kondisi fisik, dan faktor-faktor lain, memainkan peran di sini. Dan pada akhirnya, kita juga memberi dampak pada orang lain setiap kali kita berinteraksi. Selain itu kita bisa membuat orang lain merasa lebih luas ruang gerkanya atau lebih sempit dengan interaksi kita. Dengan setiap kata, suara, isyarat tubuh, ekspresi, pandangan sekilas, gerakan, jeda dan sentuhan yang kita bagi kepada orang lain, seseorang akan berubah dengan kentara atau tidak.

Retorika merupakan salah satu cara berkomunikasi dengan secara lisan. Retorika biasanya selalu identik dengan pidato atau public speaking. Dengan retorika seseorang dapat menyampaikan pesan kepada khalayak atau publik yaitu biasanya dengan cara berbicara di depan umum dengan bahasa dan kata-kata yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan secara utuh dan tepat sasaran. Dengan retorika pula, seseorang dapat menyampaikan pesannya dengan gestur tubuh serta mimik sehingga dapat mudah lebih dipahami.

Retorika dan komunikasi itu saling berkaitan. Retorika merupakan salah satu bentuk cara kita berkomunikasi. Dengan kita melakukan retorika berati kita melakukan komunikasi secara verbal dan non verbal. Bila kita mempunyai cara banyak berkomunikasi, dengan retorika kita dituntut untuk berkomunikasi dengan teknik-teknik yang baik dan benar sehingga pesan apa yang kita ingin sampaikan kepada pendengar dapat tersampaikan dengan baik.

Berbicara adalah hal yang sangat penting bagi manusia. Berbicara merupakan salah satu anugerah yang hanya dimiliki oleh manusia sebagai makhluk hidup. Dengan berbicara manusia akan lebih mudah untuk melakukan kegiatan komunikasi kepada orang lain. Berbicara juga mempermudah seseorang dalam melakukan sosialisasi karena pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup sendiri dan tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan orang lain.

Berbicara dan mendengarkan merupakan hal paling penting dalam setiap tindakan. Oleh karena itu kita mulai berbicara sejak usia yang sedemikian muda maka kita seringkali menganggap komunikasi lisan menjadi hal yang sudah lumrah. Keterampilan komunikasi dan perasaan-perasaan kita mengenai sudah sedemikian mengakar dalam hidup kita sehingga kita jarang memikirkannya serta menganalisis apakah sebenarnya komunikasi itu dan bagaimana meningkatkannya.

Berbicara merupakan suatu hal yang sering dilakukan kita di dalam kehidupan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dengan berbicara kita dapat meyampaikan pesan kepada lawan bicara karen saat kita berbicara kita tidak hanya berkomunikasi melalui bahasa verbal tetapi kita sering  melakukannya dengan bahasa yang non verbal seperti gerakan tubuh serta mimik muka. Bahasa verbal memang adalah hal yang utama dalam berbicara namun alangkah baiknya jika berbicara didukung oleh bahasa non verbal karena dengan bahasa non verbal seperti gerakan tubuh maka akan terlihat seperti apa tingkah dan sikap kita saat berbicara. Non verbal dapat mempertajam dan memperjelas pesan yang ingin disampaikan. Dengan non verbal kita dapat sekilas melihat orang itu apakah seseorang percaya diri, karakter seseorang dan lainnya.

Salah satu hal penting adalah dengan berbicara kita dapat mengucapkan kata atau kalimat kepada seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan tertentu. Biasanya seseorang berbicara karena mempunyai tujuan yaitu untuk menyampaikan pesan, memberikan informasi,  memberikan motivasi atau agar dapat mempengaruhi pikiran seseorang. Oleh karena itu, komunikasi adalah salah satu jembatan untuk mempermudah seseorang bersosialisasi dengan orang lain.

Setiap manusia harus terampil dalam berbicara. Dengan berbicara manusia dapat menunjukan seberapa pandainya seseorang, luasnya pengetahuan serta besarnya pengalaman yang dimiliki oleh seseorang. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk pandai dalam berbicara dan mengolah kata-kata untuk menyampaikan pikirannya. Karena tuntutan itulah maka manusia sangatlah membutuhkan seni keterampilan berbicara atau yang biasa kita kenal retorika.

Retorika atau seni keterampilan berbicara biasanya dipergunakan dalam proses komunikasi antarmanusia. Retorika bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh setiap manusia. Seseorang dapat menguasai keterampilan berbicara ini dengan cara berlatih berbicara di depan umum. Seseorang juga harus terampil untuk mengolah kata-kata dan membuat pidato yang jelas dan sesuai dengan tema yang diambil. Selain itu retorika penting untuk dipraktekan karena dengan retorika kita dapat menggabungkan antara pengetahuan, pikiran, kesenian, dan kesanggupan berbicara.

Dengan retorika sesorang  dituntut untuk terampil mengucapkan kata-kata yang tepat, pada saat yang tepat dan pada pendengar yang tepat. Ketiga hal tersebut adalah hal yang paling penting dalam seni keterampilan berbicara atau retorika. Seseorang tidak akan berhasil dalam retorika ketika seseorang tidak dapat mencakup ketiga hal tersebut.

Pidato yang merupakan salah satu kebudayaan kita berbicara di depan umum itu memiliki makna suatu kesempatan komunikasi yang sudah mapan dengan pola bagaimana harus bersikap dan berkomunikasi yang telah dimengerti dengan baik. Dengan pidato, peserta menharapkan bahwa seseorang akan memberikan suatu pesan yang luas.

Berbicara di depan umum alangkah baiknya jika singkat dan jelas. Dengan kata-kata yang singkat maka akan pula mempersingkat waktu. Dengan waktu yang singkat maka membuat pendengar tidak merasa bosan. Selain itu kata-kata yang jelas membuat pendengar merasa jelas apa yang diampaikan sehingga pesan yang ingin disampaikan pembicara dapat tersampaikan dengan baik. Satu hal yang penting lainnya adalah seseorang harus dapat membuat suasana yang tidak membosankan dan mengesankan yaitu dengan cara mencairkan suasana agar tidak tegang dan membuat seseorang nyaman.

Retorika menuntut kita untuk menguasai teknik berbicara yang baik dan benar di depan umum. Dengan retorika pula seseorang harus belajar berpidato yang memasukan unsur gerakan tubuh seperti postur tubuh, gerak-isyarat, kontak mata, dan ekspresi wajah. Dengan hal tersebut kita tidak bisa menyepelekan retorika. Retorika mengatur kita agar kita bisa berbicara yang menarik sehingga pendengar fokus untuk mendengarkan pesan apa yang ingin disampaikan oleh kita.

Seseorang yang menguasai ilmu retorika yang baik dalam berkomunikasi maka akan lebih mudah menyampaikan maksud dan tujuan dari apa yang dibicarakannya dalam berkomunikasi kepada pendengarnya. Oleh karena itu, suatu bentuk komunikasi yang ingin disampaikan secara efektif dan efisien akan lebih ditekankan pada kemampuan berbahasa secara lisan. Dengan melakukan kegiatan retorika, pembicara harus memiliki kemampuan penalaran yang baik sehingga pikiran pembicara dapat disajikan dalam suatu urutan yang teratur dan logis.

Seorang pembicara perlu memiliki pengalaman yang banyak. Dengan pengalaman yang banyak maka seorang pembicara akan merasa terbiasa untuk berbicara di depan umum. Selain itu dengan pengalaman pula maka seorang pembicara dapat memiliki pengetahuan yang luas sehingga pembicara dapat memprediksikan terlebih dahulu latar belakang para pendengar. Dengan prediksi, pembicara dapat menyesuaikan cara berbicara sehingga  pembicara dapat menyesuaikan diri ketika dia berbicara di depan umum.

Retorika melatih mental kita untuk kuat. Dibutuhkan mental yang kuat dan kepercayaan yang tinggi agar berhasil melakukan retorika. Mental yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi membuat seseorang lebih tenang saat berbicara di depan umum dan dilihat oleh orang banyak. Mental dan kepercayaan diri timbul ketika seorang pembicara sudah merasa siap untuk berbicara di depan umum dengan hati yang tenang.

Tidak semua pembicara memiliki mental yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi. Ada banyak rintangan mental untuk mempelajari dan mempraktekkan komunikasi lisan, yang antara lain bagaimana orang banyak yang terbuai untuk menyalahkan semua kesulitannya berkomunikasi, memandang sedemikian pentingnya sehingga terkadang terkesan menakutkan. Menganggap berbicara merupakan kejadian yang sudah sangat biasa sehingga keterampilan berbicara dianggap relatif gampang dan kurang penting untuk dipelajari dan dipraktekkan.

Berbicara kepada seseorang atau sekelompok orang bukanlah hal yang mudah karena berbicara rentan sekali timbulnya hambatan. Hambatan saat kita berbicara dapat muncul dari dalam diri kita dan dari luar diri kita. Hambatan yang muncul dari dalam diri kita itu lebih susah untuk diatasi daripada yang datang dari luar diri kita karena kita dapat mengatasi hambatan yang datang dari luar jika kita pandai mengolah dari dalam diri kita sendiri. Hambatan yang sering terjadi saat kita berbicara khususnya saat kita berbicara di depan umum atau yang biasa kita kenal dengan nama pidato atau public speaking yaitu kita sering mengalami kesulitan dalam mengungkapkan maksud dan isi pikiran kita kepada orang lain. Selain itu maksud yang kita sampaikan sering berbeda apa yang kita pikirkan dengan apa yang ditangkap oleh pendengar atau audiens. Oleh karena itu, kita harus pandai untuk mengatasi hambatan-hambatan itu dengan cara berlatih semaksimal mungkin. 

Keterampilan berkomunikasi atau berbicara dapat diperoleh melalui latihan yang sistematis, terarah dan berkesinambungan. Selain itu untuk menjadi pembicara yang baik maka seorang pembicara harus berlatih dengan penuh perasaan dengan cara mengulang-ulang pidatonya yang telah disiapkan sebelumnyaa karena tanpa latihan, kepasihan berbicara atau pidato tidak dapat tercapai. Dengan cara tersebut maka akan banyak manfaat yang bisa kita terima dan idak akan menjadi sesuatu yang sia-sia.

Retorika secara tidak langsung membuat seseorang untuk mengahargai orang lain. Itu karena dengan kita melakukan retorika, kita juga akan berpikir apa yang harus kita lakukan agar para pendengar mendengarkan kita sehingga kita tidak akan menyepelekan seseorang. Oleh karena itu, retorika menuntut kita untuk berperilaku sopan dan menghargai orang lain di dalam kehidupan sehari-hari khusunya dalam bersosialisasi.

Dan pada intinya urgensi retorika terhadap dunia komunikasi yaitu retorika melatih kita untuk menjadi seorang pembicara sekaligus menjadi pendengar yang baik. Retorika juga membuat komunikasi menjadi efisien dan efektif. Selain itu banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari retorika seperti melatih mental dan kepercayaan diri kita, belajar untuk mengahargai orang lain serta melatih kita untuk selalu berlajar dari setiap pengalaman yang pernah kita alami karena dengan penuh keberanian pembicara dapat meraih keberhasilan dengan cara beralatih. Dengan begitulah retorika merupakan salah satu hal yang penting dalam dunia komunikasi karena retorika membuat komunikasi menjadi lebih indah. Setiap pembicara akan menjadi pembicara dan komunikator yang baik ketika dirinya mau untuk terus menerus belajar dari kehidupan dan pengalamannya.

Jadi, berkomunikasi merupakan alat media personal dalam mendeklarasikan tujuan dan pemikiran hidupnya kepada orang lain. Dalam hal berkomunikasi, berbicara atau public speaking merupakan dasar dalam memenuhi kodrat hidup manusia sebagai makhluk sosial. Berbicara adalah anugerah Tuhan. Artinya, bahwa setiap orang dibekali bakat atau talenta berkomunikasi. Namun yang perlu diingat adalah Tuhan tidak selalu memberi segalanya serba jadi atau instan. Membentuk komunikasi yang baik dan mudah dipahami maksud dan tujuannya, pasti dibutuhkan latihan dan proses terus menerus. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita mengembangkan cara berpikir positif yang tentunya lebih bnayak mendatangkan keuntungan bagi pembentuk karakter kita yang pastinya tentu akan menunjang keberhasilan kita.

DAFTAR PUSTAKA

Bornmann, G Ernest dan Bornmann, Nancy C. 1989, “Retorika Suatu Pendekatan Terpadu”, Cetakan ke-4, Erlangga, Jakarta.

Fujishin, Randy. 2009, “Smart Public Speaker, Seni Berbicara di Muka Umum”, Cetakan 1, Bookmarks, Yogyakarta.

Ridha, Akrim. 2004, “Seni Menghadapi Publik”, Cetakan ke-2, Syamiil Cipta Media, Bandung.

Sirait, CharlesBonar. 2012, “Public Speaking for Teacher, Kiat Sukses Pendidik Berkomunikasi dengan Publik”, Cetakan 1, Grasindo, Jakarta.


Comments

Popular posts from this blog

Teknik Presentasi dan Negosiasi

TEKNIK PRESENTASI Disusun Oleh KHANGRIAWAN ANUGRAH 50700112098 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2015 BAB I Pendahuluan A.    Latar belakang             Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari dirumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyakarakat atau di mana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi.             Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurang ...

Filsafat Komunikasi

Perspektif   ilmu komunikasi berdasarkan aspek epistemology, ontology, dan aksiologi Dalam media sosial (kajian filsafat komunikasi) A.    Filsafat Secara etimologi, kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, “ philosphia ”, yang merupakan penggabungan dua kata yakni “ philos ” atau “ philein” yang berarti “ cinta ”, “ mencinta ”, atau “ pecinta ”, serta kata “ Sophia” yang berarti “kebijaksanaan ” atau “hikmat ”. Dengan demikian, secara bahasa, “filsafat” memiliki arti “cinta akan kebijaksanaan”. Cinta artinya hasrat yang besar atau berkobar-kobar atauyang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya, kebenaran yang sejati atau kebenaran yang sesungguhnya Sedangkan secara epistemology, terdapat ratusan rumusan pengertian “filsafat”. Namun secara mendasar, filsafat adalah hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh untuk menemukan kebanaran sejati. Pengertian mengenai filsafat dapat dipetakan menurut kronologi sejarah filsafat itu sendiri . Ada beberapa de...

Tugas Mata Kuliah Teknolgi dan Informasi

Nama : Khangriawan Anugrah Nim : 50700112098 Jurusan : ilmu komunikasi D 1.        Apa dan bagaimana internet itu ? Internet adalah berbagai jaringan komputer di seluruh dunia yang saling terhubung tanpa mengenal batas teritorial, hukum dan budaya. Menurut Lani Sidharta (1996), walaupun secara fisik Internet adalah interkoneksi antar jaringan komputer namun secara umum Internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Isi Internet adalah informasi, dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan Internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di Internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik dsb. 2.        Apa yang di maksud internet service provider (ISP) ? Internet service provider atau dengan kata lain penyelenggara jasa internet merupakan perusahaan atau badan yang men...