Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo 4G ceria. Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi. Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...
![]() |
| Sup Kelelawar, Kuliner Ekstrem Di China |
Sebenarnya, hingga saat ini,
para ilmuwan belum memastikan dari mana asal-usul virus pemicu COVID-19.
Pembuktian harus dilakukan dengan mengisolasi virus yang hidup dalam spesies
yang dicurigai. Itu sama sekali bukan pekerjaan yang mudah. Namun, ada alasan
untuk mencurigai kelelawar. Sebab, virus pemicu COVID-19 sebelumnya terlihat
pada kelelawar tapal kuda (horseshoe bats) yang ada di China. Temuan itu
membuat para ahli bertanya-tanya, bagaimana penyakit itu berpindah dari
komunitas kelelawar, yang jarang tersentuh manusia, hingga menyebar ke seluruh
dunia. Kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang. Kemampuan itu
memungkinkan hewan itu menyebar dalam jumlah besar di wilayah yang luas,
demikian menurut para ilmuwan. Itu berarti, mereka bisa menampung sejumlah
patogen atau penyakit. Kemampuan terbang kelelawar membutuhkan aktivitas dalam
jumlah besar, yang membuat sistem imun atau kekebalan tubuh hewan itu menjadi
istimewa.
"Ketika terbang, suhu tubuh kelelawar memuncak, yang
menyerupai demam," kata Andrew Cunningham, Profesor Epidemiologi Hewan
Liar di Zoological Society, London kepada CNN.
"Hal
itu terjadi setidaknya dua kali dalam sehari pada kelelawar, ketika mereka
terbang mencari makan dan kembali ke sarang. Sejumlah patogen di tubuh
kelelawar kemudian berevolusi untuk bertahan di tengah memuncaknya suhu tubuh
itu."
Cunningham
menambahkan, hal tersebut menimbulkan masalah ketika penyakit-penyakit itu
melompat ke spesies lain. Pada manusia, misalnya, demam adalah mekanisme
pertahanan yang dirancang untuk menaikkan suhu tubuh yang bertujuan untuk
membunuh virus. Sementara, virus yang telah berevolusi dalam kelelawar mungkin
tidak akan terpengaruh oleh suhu tubuh yang lebih tinggi.
Lantas, mengapa penyakit dalam
tubuh kelelawar bisa hingga ke manusia.
Jawabannya, menurut Cunningham
adalah 'limpahan zoonotik' (zoonotic spillover) alias transfer.
"Penyebab mendasar
zoonotic spillover dari kelelawar atau spesies liar lainnya, hampir selalu
bahkan bisa dipastikan mengarah ke perilaku manusia," kata dia.
"Aktivitas manusia yang menjadi pemicunya."
Cunningham menambahkan, ketika
kelelawar mengalami tekanan atau stres -- akibat diburu atau habitatnya dirusak
oleh deforestasi -- sistem kekebalan tubuh hewan mendapat tantangan dan menemui
kesulitan untuk mengatasi patogen, yang kemudian mengambil alih.
"Kami meyakini, dampak
stres pada kelelawar sangat besar, seperti halnya pada manusia," kata Cunningham.
Stres memungkinkan infeksi
meningkat dan akhirnya dilepaskan. "Seperti ketika seseorang sedang stres
dan terpapar virus radang dingin, ia akan mengalami radang dingin." Hal
serupa juga bisa terjadi pada kelelawar.
Terkait COVID-19, episentrum wabah
diduga bermula dari sebuah pasar di Wuhan, Provinsi Hubei, di mana hewan-hewan
liar dijajakan sebagai binatang peliharaan atau bahan makanan, percampuran
spesies juga virus bisa terjadi.
"Ketika hewan-hewan itu
dikirim atau dikurung di pasar, dekat dengan hewan lain juga manusia, ada
kemungkinan virus-virus dilepaskan dalam jumlah besar," kata Cunningham.

Comments
Post a Comment