Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo 4G ceria. Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi. Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...
Aku jenuh pada titik
ini, semua mimpi yang dulu dengan lantang kusuarakan mungkin hanya sekadar
bunga tidur di pembaringanku. September 2019, genap dua tahun sejak tali toga
itu berpindah disisi sebelah kiri kepalaku. Prosesi yang tiada hentinya
kuperjuangkan, akhirnya kucapai dengan predikat memuaskan kala itu. Yah, sarjana,
gelar yang katanya salah satu jalan/prasyarat untuk menyongsong hari depan yang
lebih baik. Namun nyatanya tidak sama sekali. Seiring waktu berjalan, banyak
hal yang mebuatku sadar, bahwa aku lulus tanpa membawa sedikitpun bekal/skill dari disiplin ilmu yang ku tekuni,
dan itu membuatku sulit bersaing dengan mereka (pemburu dollar) pada lingkup kerja nyata. Setahun sudah aku jadi pengangguran,
miris banget, tabungan yang dulunya kusimpan buat rencanaku membuka usahapun
kian menipis, dan ujung-ujungnya kembali lagi, orang tua yang kubebani. Sejujurnya
aku malu pada diriku sendiri, aku kasian dengan orang tuaku yang bukan dari keluarga
berada. Ayahku hanya seorang kuli ojek , mengais rejeki dari pagi hingga petang
hanya untuk seoongok daging dan pembayaran semester kuliahku dulu. Dan hingga
kini beban itu masih berada di pundaknya.
Maafkan anakmu
ini yah”, belum mampu menorehkan senyum bangga dipipimu. Terakhir kali kuliat
ia tersenyum, disaat moment kelulusan itu. iya dengan bangganya mengatakan kesemua
orang bahwa anaknya kini seorang sarjana. Namun apalah takdir berkata lain,
anakmu ini masih saja seorang penganggur
tulen.
Aku sebenarnya
pernah kerja disalah satu bank milik pemerintah dimakassar, lebih tepatnya anak
cabang perusahaan. Perusahaan itu bergerak dibidang finance atau pembiayaan, aku
bekerja sebagai surveyor. Seperti perusahaan leesing lainnya, disana juga orientasinya
target, 25 unit per-bulannnya, kebetulan aku dibahagian NMCY (New Motor Cycle). Awalnya, aku punya ekspektasi lebih dengan
pekerjaan ini. Setidaknya, starata dan kondisi ekonomi keluargaku mulai stabil.
Sebulan pertama aku close dengan 5 Purching
Order, namun pada bulan berikutnya ada masalah intern yang membuat kami se-tim dibatasi dalam hal pembayaran uang dimuka,
DP yang dulunya cuman 10% dari harga OTR, kini mesti 30% baru bisa P.O. Aku bertahan dibulan berikutnya, akan tetapi
kodisinya masih tetap saja seperti itu. akhirnya dibulan ke-empat, aku
memutuskan untuk resign secara baik-baik diperusahaan itu.
Ada rasa kecewa
terpampang diraut wajah kedua orang tuaku, keputusan yang membuat senyum indah
itu sirna seketika didepan mataku. Aku coba menghiburnya dengan bualan omong
kosongku, bahwasanya kondisi ini hanya bertahan sebentar saja, lepas itu aku
akan dapat kerjaan baru. Namun, diluar rencanaku, semua berjalan tidak sesuai.
Hingga kini, kondisiku masih saja tetap seperti ini, pengangguran. Aku beralih
sama seperti orang tuaku menjadi driver ojek online saat ini. Sejujurnya aku malu, aku tahu hal ini merupakan aib di
keluargaku, gunjingan/ghibah dari orang disekitarku samar ditelinga. Bahwasanya
“buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Astagfirullah,
I hope, semoga
kondisi ini tidak berangsur lama, maaf mengecewakan kalian …

Comments
Post a Comment