Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo 4G ceria. Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi. Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...
MAKALAH
"Filsafat umum”Aliran
Rasionalisme"
Disusun untuk memenuhi tugas
P.Filsafat yang dibimbing
Oleh :
Muh. Rusli,
S.Ag. ,M.Fil
Disusun oleh
kelompok 1 :
RUSDI NUR
SYAMSUL BAHRI
ALHAFID
KHANGRIAWAN ANUGRAH
MUH.
RIDWAN S. INDRA
Jurusan Ilmu komunikasi
Fakultas Dakwah & Komunikasi
Semester Genap
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..............................................................................................
DAFTAR ISI ..............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................
A. Latar Belakang ......................................................................................
B. Rumusan Masalah ................................................................................
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................
A. Arti
rasionalisme………………………………………………………
B. Tokoh-tokoh
rasionalime………………………………………………
C. Pemikiran pokok Descartes,Spinoza,dan Leibniz……………………
BAB III PENUTUP ..................................................................................................
A. Kesimpulan ...........................................................................................
B. Saran .....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................
KATA
PENGANTAR
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa
barakatuh
Segala puji bagi Allah swt, dengan rahmat dan
petunjuknya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan kesederhanaan yang
menyertainya. Serta salam beiring salawat kepada tokoh yang tidak pernah
dilupakan sejarah yaitu Nabi Muhammad SAW.
Berkaitan dengan mata kuliah Pengantar ilmu
fisafat, maka kami menyusun makalah
tentang “Aliran Rasionalisme”. judul ini memerlukan perhatian khusus mengingat hal
ini merupakan persoalan yang paling mendasar dalam ideologi pemikiran.
Semoga
saja makalah yang telah kami susun ini dapat mengasah, menambah, dan
mengembangkan wawasan dan pengetahuan para pembaca.
Kami pribadi menyadari bahwa makalah yang kami
susun ini masih memiliki kekurangan dalam penulisannya. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan di masa
mendatang.
Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa
barakatu
Samata, Kab.
Gowa.
Penulis
|
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada abad ke-13
di Eropa sudah timbul sistem filsafat yang boleh disebut merupakan keseluruhan.
Sistem ini diajarkan disekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Dalam abab ke-14
timbulah aliran yang dapat dinamai pendahuluan filsafat modern. Yang menjadi
dasar aliran baru ini ialah kesadaran atas yang individual yang kongkrit.
Filsafat telah
berhasil mengubah pola pikir bangsa Yunani dan umat manusia dari pandangan
mitosentris menjadi logosentris. Awalnya bangsa Yunani dan bangsa lain di dunia
beranggapan bahwa semua kejadian di alam ini dipengaruhi oleh para dewa.
Karenanya para dewa harus dihormati dan sekaligus ditakuti kemudian disembah
dengan adanya filsafat, pola pikir yang selalu bergantung pada dewa diubah
menjadi pola pikir yang bergantung pada rasio. Kejadian alam, seperti gerhana
tidak lagi dianggap sebagai kegiatan dewa yang tertidur, tetapi merupakan
kejadian alam yang disebabkan oleh matahari, bulan dan bumi berada pada garis
yang sejajar, sehingga bayang-bayang bulan menimpa sebagian permukaan bumi.
Tak dapat
dipungkiri, zaman filsafat modern telah dimulai, dalam era filsafat modern, dan
kemudian dilanjutkan dengan filsafat abab ke- 20, munculnya berbagai aliran
pemikiran, yaitu: Rasionalisme,Emperisme,Kritisisme,Idealisme,Positivisme,
Evolusionisme,Materalisme,Neo-Kantianisme,Pragmatisme,Filsafat hidup, Fenomenologi,Eksistensialisme,dan
Neo-Thomisme.
Namun didalam
pembahasan kali ini yang akan dibahas aliran Resionalisme(Descartes, spinoza,
Leibniz),
B. Rumusan Masalah
- Apa arti rasionalisme ?
- Siapa tokoh-tokoh rasionalisme ?
- Bagaimana corak berfikir tokoh-tokoh filsafat (Descartes, spinoza, Leibniz)?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Arti rasionalisme
Rasionalisme
adalah paham yang mengajarkan bahwa sumber pengatahuan satu-satunya yang benar
adalah rasio (akal budi). Menurut aliran rasionalisme suatu pengetahuan
diperoleh haruslah dengan cara berpikir.
Rasionalisme
adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (resen) adalah alat terpenting
dalam memperoleh pengatahun dan mengetes pengatahuan. Jika empiresme mengatakan
bahwa pengatahuan diperoleh dengan alam mengalami objek empiris, maka
rasionalisme mengejarkan bahwa pengatahuan di peroleh dengan cara berfikir alat
dalam berfikir itu ialah kaidah-kaidah logis atau kaidah-kaidah logika.
Usaha manusia
untuk memberi kemandirian kepada akal sebagaimana yang telah dirintis oleh para
pemikir renaisans, masih berlanjut terus sampai abad ke-17. Abad ke-17 adalah
era dimulainya pemikiran-pemikiran kefilsafatan dalam artian yang sebenarnya.
Semakin lama manusia semakin menaruh kepercayaan yang besar terhadap kemampuan
akal, bahkan diyakini bahwa dengan kemampuan akal segala macam persoalan dapat
dijelaskan, semua permasalahan dapat dipahami dan dipecahkan termasuk seluruh
masalah kemanusiaan.
Keyakinan yang
berlebihan terhadap kemampuan akal telah berimplikasi kepada perang terhadap
mereka yang malas mempergunakan akalnya, terhadap kepercayaan yang bersifat
dogmatis seperti yang terjadi pada abad pertengahan, terhadap norma-norma yang
bersifat tradisi dan terhadap apa saja yang tidak masuk akal termasuk
keyakinan-keyakinan dan serta semua anggapan yang tidak rasional.
Dengan
kekuasaan akal tersebut, orang berharap akan lahir suatu dunia baru yang lebih
sempurna, dipimpin dan dikendalikan oleh akal sehat manusia. Kepercayaan terhadap
akal ini sangat jelas terlihat dalam bidang filsafat, yaitu dalam bentuk suatu
keinginan untuk menyusun secara apriori suatu sistem keputusan akal yang luas
dan tingkat tinggi. Corak berpikir yang sangat mendewakan kemampuan akal dalam
filsafat dikenal dengan nama aliran rasionalisme.
Latarbelakang
munculnya rasionalisme adalah keinginan untuk membebaskan diri dari segala
pemikiran tradisional (scholastic), yang pernah diterima, tetapi ternyata tidak
mampu mengenai hasil-hasil ilmu pengetahuan yang dihadapi.
B. Tokoh-Tokoh Rasionalisme
Aliran
rasionalisme dipelopori oleh Rene Descartes (1596-1650 M). Dalam buku Discourse
de la Methode tahun 1637 ia menegaskan perlunya ada metode yang jitu
sebagai dasar kokoh bagi semua pengetahuan, yaitu dengan menyangsikan
segalanya, secara metodis. Kalau suatu kebenaran tahan terhadap ujian
kesangsian yang radikal ini, maka kebenaran itu seratus persen pasti dan menjadi
landasan bagi seluruh pengetahuan.
Zaman
Rasionalisme berlangsung dari pertengahan abad ke XVII sampai akhir abad ke
XVIII. Pada zaman ini hal yang khas bagi ilmu pengetahuan adalah penggunaan
yang eksklusif daya akal budi (ratio) untuk menemukan kebenaran. Ternyata,
penggunaan akal budi yang demikian tidak sia-sia, melihat tambahan ilmu
pengetahuan yang besar sekali akibat perkembangan yang pesat dari ilmu-ilmu
alam. Maka tidak mengherankan bahwa pada abad-abad berikut orang-orang yang
terpelajar Makin percaya pada akal budi mereka sebagai sumber kebenaran tentang
hidup dan dunia. Hal ini menjadi menampak lagi pada bagian kedua abad ke XVII
dan lebih lagi selama abad XVIII antara lain karena pandangan baru terhadap
dunia yang diberikan oleh Isaac Newton (1643 -1727). Berkat sarjana Fisika Inggris
ini yaitu menurutnya Fisika itu terdiri dari bagian-bagian kecil (atom) yang
berhubungan satu sama lain menurut hukum sebab akibat. Semua gejala alam harus
diterangkan menurut jalan mekanis ini. Harus diakui bahwa Newton sendiri
memiliki suatu keinsyafan yang mendalam tentang batas akal budi dalam mengejar
kebenaran melalui ilmu pengetahuan. Berdasarkan kepercayaan yang makin kuat
akan kekuasaan akal budi lama kelamaan orang-orang abad itu berpandangan dalam
kegelapan. Baru dalam abad mereka menaikkan obor terang yang menciptakan
manusia dan masyarakat modern yang telah dirindukan, karena kepercayaan itu
pada abad XVIII disebut juga zaman Aufklarung (pencerahan).
Dalam
perkembangannya Rasionalisme diusung oleh banyak tokoh, masing-masing dengan
ajaran-ajaran yang khas, namun tetap dalam satu koridor yang sama. Tokoh-tokoh
rasionalisme pada abad XVII adalah:
Rene Descartes (1596 -1650), Nicholas
Malerbranche (1638 -1775), Baruch De Spinoza (1632 -1677 M), Gottfried Wilhelm
von Leibniz (1946-1716), Christian Wolff (1679 -1754), Blaise Pascal (1623
-1662 M)
Sedangkan pada
abad XVIII dikenal nama-nama seperti Voltaire, Diderot dan D’Alembert.
C. Pemikiran Pokok Descartes, Spinoza, Dan Leibniz
Mereka adalah
tokoh besar filsafat rasionalisme sebelum itu, pengertian rasionalisme
diuraikan lebih dahulu.
Rasionalisme
ada dua macam dalam bidang agama dan dalam bidang filsafat rasionalisme adalah
lawan otoritas, dalam bidang filsafat rasionalisme adalah lawan empirisme.Sejarah
rasionalisme sudah tau sekali. Thales telah menerapkan rasionalisme dalam
filsafat. Pada zaman moderen filsafat, tokoh pertama rasionalisme ialah
Descartes yang dibicarakan setelah ini.
Setelah
priodermi rasionalisme dikembangkan secara sempurna oleh liagu yang kemudian
terkenal sebagai tokoh rasionalisme dalam sejarah .
1.Descartes ( 1596-1650)
Descartes lahir
pada tahun 1596 dan meninggal pada tahun 1650. bukunya di caurs deia methode
(1537) dan meditations (1642) kedua buku ini saling melengkapisatu sama lain.
Didalam kedua buku inilah ia menuangkan metodenya yang terkenal itu, metode ini
juga sering disebut cogito Descartes, atau metode catigo saja.
Ia mengatahui
bahwa tidak mudah meyakinkan tokooh-tokoh gereja. Bahwa dasar filsafat
vharuslah rasio (akal) untuk meyakinkan orang bahwa dasar filsafat haruslah
akal, ia menyusun orgumentasi yang sangat terkenal.
Untuk menemukan
basis yang kuat bagi filsafat, Descartes meragukan (lebih dahulu segala sesuatu
yang dapat diragukan. Didalam mimpi seolah olah seorang mengalami sesuatu yang
sungguh-sungguh terjadi, persis seperti tidak mimpi (juga) begitu pula pada
pengalaman halusinasi, ilusi dan kenyataan gaib. Tidak ada batas yang tegas
antara mimpi dan jaga. Tatkala bermimpi, rasa-rasanya seperti bukan mimpi.
Benda-benda
dalam mimpi, halusinasi, ilusi dan kejadian dengan roh halus itu, bila dilihat
dari posisi kita juga, itu tidak ada. Akan tetapi benda-benda itu sunguh-sunguh
ada bila dilihat dari posisi kita dalam mimpi. Hausinasi. Ilusi dan roh halus
2.Spinoza ( 1632-1677 M)
Spinoza
dilahirkan pada tahun 1632 dan meninggal dunia pada tahun 1677 M. nama aslinya
banich SPINOZA. Setelah ia mengucilkan dirinya dari agama yahudi, ia mengubah
namanya menjadi benedictus de Spinoza ia hidup dipinggiran kota dan baik
Spinoza maupun leibniz ternyata mengikuti pemikiran Descartes itu. Dua tokoh
terakhir ini menjadi substansi sebagai tema pokok dalam metafisika mereka, dan
mereka berdua juga mengikuti metode Descartes, tiga filosof ini, descartos,
spinozo dan leigniz, biasanya dikelompokkan dalam satu mazhab. Yaitu
rasionalisme.
Dalam gometri.
Spinoza memulai dengan meletakkan defenisi- defenisi, cobalah perhatikan
beberapa contoh defenisi ini yang digunakan dalam membuat kesimpulan-kesimpulan
dalam metafisika defenisi ini diambil dari Solomon : 73)
Beberapa defenisi
i. sesuatu yang sebabnya pada dirinya saya maksudkan esensinya
mengandung eksistensi, atau sesuatu yang hanya dipahami sebagai adanya.
ii. sesuatu dikatakan terbatas bila ia dapat dibatasi oleh
sesuatu yang lain, misalnya tubuh kita terbatas, yang membatasinya ialah
besarnya tubuh kita itu.
iii. substansi ialah sesuatu yang ada dalam dirinya, dipaham
melalui dirinya, konsep dapat dibentuk tentangnya bebas dari yang lain.
iv. yang saya maksud dengan atribut (sifat)ialah apa yang dapat
dipahami sebagai melekat pada esensi substansi
v. yang saya maksud mede ialah perubahan-perubahan pada
substansi
vi. tuhan yang saya maksud ialah sesuatu yang terbatas secara
absolute (mutlak) sesutau saya sebut disebabkan oleh yang lain, dan tindakan
ditentu olehnya sendiri.
vii. yang saya maksud dengan kekekalan (etermity) ialah sifat
pada aksistensi itu tadi
spinosa
berpendapat bahwa apa saja yang benar-benar ada, maka adanya itu haruslah abadi
sama halnya dengan tatkala ia berbicara dalam astronomi, defenisi selalu di
ikuti oleh aksioma. Aksioma ialah jarak terdekat antara dua titik ialah garis
lurus. Cobalah lihat penadapat-pendapat yang dipasangnya dalam metafisika
berikut:
Pendapat-pendapat :
viii. segala sesuatu yang ada, ada dalam dirinya atau ada dalam
sesuatu yang lain.
ix. sesuatu yang tidak dapat dipahami melalui sesuatu yang lain
harus di pahami melalui sesuatu yang lain harus di pahami melalui dirinya
sendiri
x. dari suatu sebab tentu di ikuti bila tidak ada sebab tidak
mungkin ada akibat yang mengikutinya
xi. pengetahuan kita tentang akibat di tentukan oleh pengetahuan
kita tentang sebab
xii. sesuatu yang tidak bisa di kenal umum yang tidaak akan dapat
di pahami konsep tentang sesuatu tidak melibatkan konsep tentang yang lain.
xiii. ide yang benar harus sesuai dengan objeknya
xiv. bila sesuatu dapat di pahami sebagai tidak adanya maka
esensinya tidak ada.
Demikianlah
kilasan tentang metafisika Spinoza. Ia juga berbicara tentang etika, tetapi
tidak kita bicarakan di sini. Kita hanya ingin melihat apa kira-kira sumbangan
Spinoza dalam kekalauan pemikiran pada zaman modern itu. Di sini jelas smbngan
adalah dalammetafisika.
3.Leibniz (1646-1716)
Gotifried
willheim von Leibniz lahir pada tahun 11646 dan meninggal pada tahun 1716 dan
meninggal pada tahun 1718. ia filosofi jerman matamatikawan, menjadi atasan,
pembantu pejabat tinggi Negara. Pusat metafisikanya adalah ide tentang
substansi yang di kembangkan dalam konsep monad.
Metafisika
leigniz sama memusatkanperhatian pada substansi. Bagi spinoz sama memusatkan
perhatian pada substansi. Bagi Spinoza ,alam semesta ini mekanistis dan
keseluruhnya bergantung pada sebab, sementara substansi pada leignizadalah
tujuan. Penentuan prinsip filsafat (eiguiz ialah prinsip akan yang mencukupi,
yang secara sederhana dapat di rumuskan sesuatu harus mempunyai masalah bahkan
tuhan harus mempunyai masalah untuk setiap yang di ciptaan-nya. Kita lihat
bahwa prinsip ini menuntun filsafat leigniz.
Sementara
sfinoza berpendapat bahwa hanya ada satu substansi, Leibniz berpendapat bahwa
substansiitu monad, setiap monad berbeda satu dengan yang lain dan tuhan
(sesuatu yang super monad dan satu-satunya monad yang tidak di cipta)adalah
pencipta monad-monad itu. Maka karya leigniz tentang ini di beri judul
menadologis (studi tentang monad / yang di seterusnya 1714. ini adalah
serusnya).
1.
monad yang kita bicarakan di sini ,
adalah substansi yang sederhana, yang selanjutnya menyusun substansi yang
sederhana,yang selanjutnya menyusun substansi yang lebih besar.
2.
harus ada substansi yang sederhana
karena ada susunan itu, karena susunan tidak lain darisuatu koleksisubstansi
sederhana.
Satu substansi
sederhana ialah : substansi yang kecil yang tidak dapat di bagi. Adapun
substansi yang berupa susunan (Compositas)jenis dapat di bagi. Akan tetapi, ada
kesulitan di sini. Bila simple sub stance (monad) itu terletak dalam ruang,
maka akibatnya ia mesti dapat di bagi. Oleh karena itu,Leibniz menyatakan bahwa
semua monad itu haruslah material dan tidak mempunyai ukuran,tidak dapat di bagi
3.
sekarang, apa pun yang tidak
mempunyai bagian – bagian terlentulah tidak dapat di bagi monad itu adalah atau
yang sebenarnya pada sifatnya dan kenyataannya adalah unsure segala sesuatu.
4.
kerusakan, karena itu, tidakkan
menjadi pada substansi itunya, karena tidak dapat di bagi karena immaterial
itu.
5.
Dengan cara yang sama tidak ada
jalan untuk memahami simple substansiitu di cipta (come into exintence) karena
monad itu tidak dapat di bentuk dengan menyusun .
6.
Kita hanya dapat menatakan sekarang
bahwa peniadaan, yang tersusun mempunyai permulaan dan berakhir melalui
peniadaan. Yang terusan mempunyai permulaan dan berakhir secara berangsur.
7.
monad tidak mempunyai kualitas,
karenanya mestinya tidak akan pernah ada.
8.
Setiap monad harus di keadaan satu
dengan lainnya karena tidak pernah ada isi alam yang sama sekalipun kita tidak
dapat mengetahui perbedaan itu.
9.
tidak ada jalan masuk menjelaskan
bagaimana monad-monad itu dapat perubahan dalam dirinya sendiri oleh sesuatu di
luarnya karena tidak ada kemungkinan suatu yang masuk ke dalamnya.
Aniat surat
mengatakan mana yang benar sepertinya sama-sama benarnya.Akhirnya orang
bergantung pada argument yang di anggapnya berat ada juga yang bingung sama
sekali, argument-argument filsafat itu tidak dipahaminya sehingga surat untuk
memiliki penam mana-mana yang akan di ambilnya. Murah di tebak situasi ini akan
melahirkan keraguan yang merata.Buat kita, situasi itu, bila di pandang secara
umum, adalah situasi rehativisma kebenaran.Orang menyebutkannya secara
keseluruhan filsafat modern itu skeptisme :saya menyebutnya sofisme.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari apa yang telah kami uraikan
diatas maka kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
- Rasionalisme adalah paham yang mengangap bahwa pikiran dan akal merupakan dasar satu-satunya untuk memecahkan kebenaran lepas dari jangkauan indra
- Descartes,spinoza dan Leibniz mereka adalah tokoh besar dalam filsafat rasionalisme.
- Resionalisme ada dua macam: dalam bidang agama dan dalam bidang filsafat. Dalam bidang agama rasionalisme adalah lawan autoritas. Dalam bidang filsafat rasionalisme adalah lawan empirisme.
Dalam
kehidupan modern, filsafat telah berhasil mengubah pola fikir manusia dari
pandangan mitosentris menjadi logosentris. Filsafat memberikan landasan
filosofi dalam memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan
membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Dalam perkembangannya,
filsafat terbentuk menjadi sepuluh aliran diantaranya adalah Aliran
Rasionalisme. Aliran ini berpandangan bahwa akal merupakan sumber bagi
pengetahuan dan pembenaran atau ajaran yang berdasarkan ratio, ide-ide yang
masuk akal.
B. Saran
Kami sangat
menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih belum sempurna. kami sangat
membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, untuk kesempurnaan
makalah ini, dengan meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita tentang filsafat
umum khususnya rasionalisme (Descartes, spinoza dan Leibniz).
DAFTAR
PUSTAKA
H.NiHAYA M & DR.ABDULLAH
”FILSAFAT UMUM DARI YUNANI KUNO SAMPAI
NEO-MODERN” MAKASSAR:ALAUDDIN UNIVERSITY PRESS,2011.
Dr.Muhammad Sabri,M.A
, Drs.Muh.Saleh Tadjuddin,M.a , Drs.Wahyuddin Halim,M.a ”FILSAFAT ILMU ” MAKASSAR:ALAUDDIN PRESS,2009.
F.Budi Hardiman “PEMIKIRAN-PEMIKIRAN YANG MEMBENTUK DUNIA
MODERN(Dari Machiavelli sampai Nietzsche)” JAKARTA:ERLANGGA,2011.
Zainal Abidin “
FILSAFAT MANUSIA memahami manusia melalui filsafat “ BANDUNG:ROSDAKARYA,2003.
K.Bertens “ PANORAMA
FILSAFAT MODERN “ JAKARTA:MIZAN PUBLIKA,2005.

Comments
Post a Comment