Skip to main content

Paket Internet 4G Ceria Telkomsel

  Selamat pagi teman-teman pengguna setia Telkomsel. Kali ini kita akan bahas terkait layanan paket promo   4G ceria.   Mungkin beberapa dari kalian pengguna setia telkomsel, masih belum tau tentang layanan paket ini, atau pernah dapat penawarannya tapi tidak bisa diaktifasi.   Pertama perlu saya jelaskan terlebih dahulu terakit paket internet 4G ceria telkomsel, jadi paket ini merupakan paket promo yang hanya berlaku bagi pelanggan withlist telkomsel dengan   pelbagai macam varian penawaran menarik, ada yang harga 10.000 dengan cakupan benefit kuota internet 2,5 GB 4G + 120 min onnet dan 200 sms onnet dengan masa aktif 7 hari. Harga 6000 dengan benefit kuota 20GB (17GB 4G + 3GB allnet ) + kuota telfon 30 menit onnet., dan pelbagai penawaran paket lainnya. Penawaran yang didapatkan tergantung dari rata-rata penggunaan bulanan, masa aktif penggunaan , dan tentunya tergantung dari kebijakan pihak telkomsel. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, penawaran ini b...

Aliran Rasionalisme



MAKALAH

"Filsafat umum”Aliran Rasionalisme"


 Disusun untuk memenuhi tugas P.Filsafat yang dibimbing

Oleh :

Muh. Rusli, S.Ag. ,M.Fil





 Disusun oleh kelompok 1 :

 RUSDI  NUR

SYAMSUL  BAHRI  ALHAFID

KHANGRIAWAN  ANUGRAH

MUH. RIDWAN S. INDRA







Jurusan Ilmu komunikasi

Fakultas Dakwah & Komunikasi

Semester Genap



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................        
DAFTAR ISI ..............................................................................................................        

BAB I     PENDAHULUAN ......................................................................................        
A.   Latar Belakang ......................................................................................     
B.   Rumusan Masalah ................................................................................    
BAB II    PEMBAHASAN ........................................................................................        
A.   Arti rasionalisme………………………………………………………
                                                                                                                      
B.   Tokoh-tokoh rasionalime………………………………………………

C.   Pemikiran pokok Descartes,Spinoza,dan Leibniz…………………… 
BAB III  PENUTUP ..................................................................................................       
A.   Kesimpulan ...........................................................................................     
B.   Saran .....................................................................................................      

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................       



KATA PENGANTAR
     Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
  Segala puji bagi Allah swt, dengan rahmat dan petunjuknya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan kesederhanaan yang menyertainya. Serta salam beiring salawat kepada tokoh yang tidak pernah dilupakan sejarah yaitu Nabi Muhammad SAW.              
  Berkaitan dengan mata kuliah Pengantar ilmu fisafat, maka kami  menyusun makalah tentang “Aliran Rasionalisme”. judul ini memerlukan perhatian khusus mengingat hal ini merupakan persoalan yang paling mendasar dalam ideologi pemikiran.
    Semoga saja makalah yang telah kami susun ini dapat mengasah, menambah, dan mengembangkan wawasan dan pengetahuan para pembaca.
  Kami pribadi menyadari bahwa makalah yang kami susun ini masih memiliki kekurangan dalam penulisannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan di masa mendatang.
     Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatu


Samata, Kab. Gowa.



Penulis



BAB I
PENDAHULUAN

 
A. Latar Belakang
Pada abad ke-13 di Eropa sudah timbul sistem filsafat yang boleh disebut merupakan keseluruhan. Sistem ini diajarkan disekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Dalam abab ke-14 timbulah aliran yang dapat dinamai pendahuluan filsafat modern. Yang menjadi dasar aliran baru ini ialah kesadaran atas yang individual yang kongkrit.
Filsafat telah berhasil mengubah pola pikir bangsa Yunani dan umat manusia dari pandangan mitosentris menjadi logosentris. Awalnya bangsa Yunani dan bangsa lain di dunia beranggapan bahwa semua kejadian di alam ini dipengaruhi oleh para dewa. Karenanya para dewa harus dihormati dan sekaligus ditakuti kemudian disembah dengan adanya filsafat, pola pikir yang selalu bergantung pada dewa diubah menjadi pola pikir yang bergantung pada rasio. Kejadian alam, seperti gerhana tidak lagi dianggap sebagai kegiatan dewa yang tertidur, tetapi merupakan kejadian alam yang disebabkan oleh matahari, bulan dan bumi berada pada garis yang sejajar, sehingga bayang-bayang bulan menimpa sebagian permukaan bumi.
Tak dapat dipungkiri, zaman filsafat modern telah dimulai, dalam era filsafat modern, dan kemudian dilanjutkan dengan filsafat abab ke- 20, munculnya berbagai aliran pemikiran, yaitu: Rasionalisme,Emperisme,Kritisisme,Idealisme,Positivisme, Evolusionisme,Materalisme,Neo-Kantianisme,Pragmatisme,Filsafat hidup, Fenomenologi,Eksistensialisme,dan Neo-Thomisme.
Namun didalam pembahasan kali ini yang akan dibahas aliran Resionalisme(Descartes, spinoza, Leibniz),
B. Rumusan Masalah
  1. Apa arti rasionalisme ?
  2. Siapa tokoh-tokoh rasionalisme ?
  3. Bagaimana corak berfikir tokoh-tokoh filsafat (Descartes, spinoza, Leibniz)?




BAB II
PEMBAHASAN
A.   Arti rasionalisme
Rasionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa sumber pengatahuan satu-satunya yang benar adalah rasio (akal budi). Menurut aliran rasionalisme suatu pengetahuan diperoleh haruslah dengan cara berpikir.
Rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (resen) adalah alat terpenting dalam memperoleh pengatahun dan mengetes pengatahuan. Jika empiresme mengatakan bahwa pengatahuan diperoleh dengan alam mengalami objek empiris, maka rasionalisme mengejarkan bahwa pengatahuan di peroleh dengan cara berfikir alat dalam berfikir itu ialah kaidah-kaidah logis atau kaidah-kaidah logika.
Usaha manusia untuk memberi kemandirian kepada akal sebagaimana yang telah dirintis oleh para pemikir renaisans, masih berlanjut terus sampai abad ke-17. Abad ke-17 adalah era dimulainya pemikiran-pemikiran kefilsafatan dalam artian yang sebenarnya. Semakin lama manusia semakin menaruh kepercayaan yang besar terhadap kemampuan akal, bahkan diyakini bahwa dengan kemampuan akal segala macam persoalan dapat dijelaskan, semua permasalahan dapat dipahami dan dipecahkan termasuk seluruh masalah kemanusiaan.
Keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuan akal telah berimplikasi kepada perang terhadap mereka yang malas mempergunakan akalnya, terhadap kepercayaan yang bersifat dogmatis seperti yang terjadi pada abad pertengahan, terhadap norma-norma yang bersifat tradisi dan terhadap apa saja yang tidak masuk akal termasuk keyakinan-keyakinan dan serta semua anggapan yang tidak rasional.
Dengan kekuasaan akal tersebut, orang berharap akan lahir suatu dunia baru yang lebih sempurna, dipimpin dan dikendalikan oleh akal sehat manusia. Kepercayaan terhadap akal ini sangat jelas terlihat dalam bidang filsafat, yaitu dalam bentuk suatu keinginan untuk menyusun secara apriori suatu sistem keputusan akal yang luas dan tingkat tinggi. Corak berpikir yang sangat mendewakan kemampuan akal dalam filsafat dikenal dengan nama aliran rasionalisme.
Latarbelakang munculnya rasionalisme adalah keinginan untuk membebaskan diri dari segala pemikiran tradisional (scholastic), yang pernah diterima, tetapi ternyata tidak mampu mengenai hasil-hasil ilmu pengetahuan yang dihadapi.



B.   Tokoh-Tokoh Rasionalisme

Aliran rasionalisme dipelopori oleh Rene Descartes (1596-1650 M). Dalam buku Discourse de la Methode tahun 1637 ia menegaskan perlunya ada metode yang jitu sebagai dasar kokoh bagi semua pengetahuan, yaitu dengan menyangsikan segalanya, secara metodis. Kalau suatu kebenaran tahan terhadap ujian kesangsian yang radikal ini, maka kebenaran itu seratus persen pasti dan menjadi landasan bagi seluruh pengetahuan.
Zaman Rasionalisme berlangsung dari pertengahan abad ke XVII sampai akhir abad ke XVIII. Pada zaman ini hal yang khas bagi ilmu pengetahuan adalah penggunaan yang eksklusif daya akal budi (ratio) untuk menemukan kebenaran. Ternyata, penggunaan akal budi yang demikian tidak sia-sia, melihat tambahan ilmu pengetahuan yang besar sekali akibat perkembangan yang pesat dari ilmu-ilmu alam. Maka tidak mengherankan bahwa pada abad-abad berikut orang-orang yang terpelajar Makin percaya pada akal budi mereka sebagai sumber kebenaran tentang hidup dan dunia. Hal ini menjadi menampak lagi pada bagian kedua abad ke XVII dan lebih lagi selama abad XVIII antara lain karena pandangan baru terhadap dunia yang diberikan oleh Isaac Newton (1643 -1727). Berkat sarjana Fisika Inggris ini yaitu menurutnya Fisika itu terdiri dari bagian-bagian kecil (atom) yang berhubungan satu sama lain menurut hukum sebab akibat. Semua gejala alam harus diterangkan menurut jalan mekanis ini. Harus diakui bahwa Newton sendiri memiliki suatu keinsyafan yang mendalam tentang batas akal budi dalam mengejar kebenaran melalui ilmu pengetahuan. Berdasarkan kepercayaan yang makin kuat akan kekuasaan akal budi lama kelamaan orang-orang abad itu berpandangan dalam kegelapan. Baru dalam abad mereka menaikkan obor terang yang menciptakan manusia dan masyarakat modern yang telah dirindukan, karena kepercayaan itu pada abad XVIII disebut juga zaman Aufklarung (pencerahan).
Dalam perkembangannya Rasionalisme diusung oleh banyak tokoh, masing-masing dengan ajaran-ajaran yang khas, namun tetap dalam satu koridor yang sama. Tokoh-tokoh rasionalisme pada abad XVII adalah:
 Rene Descartes (1596 -1650), Nicholas Malerbranche (1638 -1775), Baruch De Spinoza (1632 -1677 M), Gottfried Wilhelm von Leibniz (1946-1716), Christian Wolff (1679 -1754), Blaise Pascal (1623 -1662 M)
Sedangkan pada abad XVIII dikenal nama-nama seperti Voltaire, Diderot dan D’Alembert.




C.   Pemikiran Pokok Descartes, Spinoza, Dan Leibniz
              Mereka adalah tokoh besar filsafat rasionalisme sebelum itu, pengertian rasionalisme diuraikan lebih dahulu.
              Rasionalisme ada dua macam dalam bidang agama dan dalam bidang filsafat rasionalisme adalah lawan otoritas, dalam bidang filsafat rasionalisme adalah lawan empirisme.Sejarah rasionalisme sudah tau sekali. Thales telah menerapkan rasionalisme dalam filsafat. Pada zaman moderen filsafat, tokoh pertama rasionalisme ialah Descartes yang dibicarakan setelah ini.
              Setelah priodermi rasionalisme dikembangkan secara sempurna oleh liagu yang kemudian terkenal sebagai tokoh rasionalisme dalam sejarah .
1.Descartes ( 1596-1650)
Descartes lahir pada tahun 1596 dan meninggal pada tahun 1650. bukunya di caurs deia methode (1537) dan meditations (1642) kedua buku ini saling melengkapisatu sama lain. Didalam kedua buku inilah ia menuangkan metodenya yang terkenal itu, metode ini juga sering disebut cogito Descartes, atau metode catigo saja.
Ia mengatahui bahwa tidak mudah meyakinkan tokooh-tokoh gereja. Bahwa dasar filsafat vharuslah rasio (akal) untuk meyakinkan orang bahwa dasar filsafat haruslah akal, ia menyusun orgumentasi yang sangat terkenal.
Untuk menemukan basis yang kuat bagi filsafat, Descartes meragukan (lebih dahulu segala sesuatu yang dapat diragukan. Didalam mimpi seolah olah seorang mengalami sesuatu yang sungguh-sungguh terjadi, persis seperti tidak mimpi (juga) begitu pula pada pengalaman halusinasi, ilusi dan kenyataan gaib. Tidak ada batas yang tegas antara mimpi dan jaga. Tatkala bermimpi, rasa-rasanya seperti bukan mimpi.
Benda-benda dalam mimpi, halusinasi, ilusi dan kejadian dengan roh halus itu, bila dilihat dari posisi kita juga, itu tidak ada. Akan tetapi benda-benda itu sunguh-sunguh ada bila dilihat dari posisi kita dalam mimpi. Hausinasi. Ilusi dan roh halus
2.Spinoza ( 1632-1677 M)
Spinoza dilahirkan pada tahun 1632 dan meninggal dunia pada tahun 1677 M. nama aslinya banich SPINOZA. Setelah ia mengucilkan dirinya dari agama yahudi, ia mengubah namanya menjadi benedictus de Spinoza ia hidup dipinggiran kota dan baik Spinoza maupun leibniz ternyata mengikuti pemikiran Descartes itu. Dua tokoh terakhir ini menjadi substansi sebagai tema pokok dalam metafisika mereka, dan mereka berdua juga mengikuti metode Descartes, tiga filosof ini, descartos, spinozo dan leigniz, biasanya dikelompokkan dalam satu mazhab. Yaitu rasionalisme.
Dalam gometri. Spinoza memulai dengan meletakkan defenisi- defenisi, cobalah perhatikan beberapa contoh defenisi ini yang digunakan dalam membuat kesimpulan-kesimpulan dalam metafisika defenisi ini diambil dari Solomon : 73)
Beberapa defenisi
                                                  i.    sesuatu yang sebabnya pada dirinya saya maksudkan esensinya mengandung eksistensi, atau sesuatu yang hanya dipahami sebagai adanya.
                                                ii.    sesuatu dikatakan terbatas bila ia dapat dibatasi oleh sesuatu yang lain, misalnya tubuh kita terbatas, yang membatasinya ialah besarnya tubuh kita itu.
                                               iii.    substansi ialah sesuatu yang ada dalam dirinya, dipaham melalui dirinya, konsep dapat dibentuk tentangnya bebas dari yang lain.
                                               iv.    yang saya maksud dengan atribut (sifat)ialah apa yang dapat dipahami sebagai melekat pada esensi substansi
                                                v.    yang saya maksud mede ialah perubahan-perubahan pada substansi
                                               vi.    tuhan yang saya maksud ialah sesuatu yang terbatas secara absolute (mutlak) sesutau saya sebut disebabkan oleh yang lain, dan tindakan ditentu olehnya sendiri.
                                              vii.    yang saya maksud dengan kekekalan (etermity) ialah sifat pada aksistensi itu tadi
spinosa berpendapat bahwa apa saja yang benar-benar ada, maka adanya itu haruslah abadi sama halnya dengan tatkala ia berbicara dalam astronomi, defenisi selalu di ikuti oleh aksioma. Aksioma ialah jarak terdekat antara dua titik ialah garis lurus. Cobalah lihat penadapat-pendapat yang dipasangnya dalam metafisika berikut:
Pendapat-pendapat :
                                            viii.    segala sesuatu yang ada, ada dalam dirinya atau ada dalam sesuatu yang lain.
                                               ix.    sesuatu yang tidak dapat dipahami melalui sesuatu yang lain harus di pahami melalui sesuatu yang lain harus di pahami melalui dirinya sendiri
                                                x.    dari suatu sebab tentu di ikuti bila tidak ada sebab tidak mungkin ada akibat yang mengikutinya
                                               xi.    pengetahuan kita tentang akibat di tentukan oleh pengetahuan kita tentang sebab
                                              xii.    sesuatu yang tidak bisa di kenal umum yang tidaak akan dapat di pahami konsep tentang sesuatu tidak melibatkan konsep tentang yang lain.
                                            xiii.    ide yang benar harus sesuai dengan objeknya
                                            xiv.    bila sesuatu dapat di pahami sebagai tidak adanya maka esensinya tidak ada.

Demikianlah kilasan tentang metafisika Spinoza. Ia juga berbicara tentang etika, tetapi tidak kita bicarakan di sini. Kita hanya ingin melihat apa kira-kira sumbangan Spinoza dalam kekalauan pemikiran pada zaman modern itu. Di sini jelas smbngan adalah dalammetafisika.

3.Leibniz (1646-1716)
Gotifried willheim von Leibniz lahir pada tahun 11646 dan meninggal pada tahun 1716 dan meninggal pada tahun 1718. ia filosofi jerman matamatikawan, menjadi atasan, pembantu pejabat tinggi Negara. Pusat metafisikanya adalah ide tentang substansi yang di kembangkan dalam konsep monad.
Metafisika leigniz sama memusatkanperhatian pada substansi. Bagi spinoz sama memusatkan perhatian pada substansi. Bagi Spinoza ,alam semesta ini mekanistis dan keseluruhnya bergantung pada sebab, sementara substansi pada leignizadalah tujuan. Penentuan prinsip filsafat (eiguiz ialah prinsip akan yang mencukupi, yang secara sederhana dapat di rumuskan sesuatu harus mempunyai masalah bahkan tuhan harus mempunyai masalah untuk setiap yang di ciptaan-nya. Kita lihat bahwa prinsip ini menuntun filsafat leigniz.
Sementara sfinoza berpendapat bahwa hanya ada satu substansi, Leibniz berpendapat bahwa substansiitu monad, setiap monad berbeda satu dengan yang lain dan tuhan (sesuatu yang super monad dan satu-satunya monad yang tidak di cipta)adalah pencipta monad-monad itu. Maka karya leigniz tentang ini di beri judul menadologis (studi tentang monad / yang di seterusnya 1714. ini adalah serusnya).
1.    monad yang kita bicarakan di sini , adalah substansi yang sederhana, yang selanjutnya menyusun substansi yang sederhana,yang selanjutnya menyusun substansi yang lebih besar.
2.    harus ada substansi yang sederhana karena ada susunan itu, karena susunan tidak lain darisuatu koleksisubstansi sederhana.
Satu substansi sederhana ialah : substansi yang kecil yang tidak dapat di bagi. Adapun substansi yang berupa susunan (Compositas)jenis dapat di bagi. Akan tetapi, ada kesulitan di sini. Bila simple sub stance (monad) itu terletak dalam ruang, maka akibatnya ia mesti dapat di bagi. Oleh karena itu,Leibniz menyatakan bahwa semua monad itu haruslah material dan tidak mempunyai ukuran,tidak dapat di bagi
3.    sekarang, apa pun yang tidak mempunyai bagian – bagian terlentulah tidak dapat di bagi monad itu adalah atau yang sebenarnya pada sifatnya dan kenyataannya adalah unsure segala sesuatu.
4.    kerusakan, karena itu, tidakkan menjadi pada substansi itunya, karena tidak dapat di bagi karena immaterial itu.
5.    Dengan cara yang sama tidak ada jalan untuk memahami simple substansiitu di cipta (come into exintence) karena monad itu tidak dapat di bentuk dengan menyusun .
6.    Kita hanya dapat menatakan sekarang bahwa peniadaan, yang tersusun mempunyai permulaan dan berakhir melalui peniadaan. Yang terusan mempunyai permulaan dan berakhir secara berangsur.
7.    monad tidak mempunyai kualitas, karenanya mestinya tidak akan pernah ada.
8.    Setiap monad harus di keadaan satu dengan lainnya karena tidak pernah ada isi alam yang sama sekalipun kita tidak dapat mengetahui perbedaan itu.
9.    tidak ada jalan masuk menjelaskan bagaimana monad-monad itu dapat perubahan dalam dirinya sendiri oleh sesuatu di luarnya karena tidak ada kemungkinan suatu yang masuk ke dalamnya.

Aniat surat mengatakan mana yang benar sepertinya sama-sama benarnya.Akhirnya orang bergantung pada argument yang di anggapnya berat ada juga yang bingung sama sekali, argument-argument filsafat itu tidak dipahaminya sehingga surat untuk memiliki penam mana-mana yang akan di ambilnya. Murah di tebak situasi ini akan melahirkan keraguan yang merata.Buat kita, situasi itu, bila di pandang secara umum, adalah situasi rehativisma kebenaran.Orang menyebutkannya secara keseluruhan filsafat modern itu skeptisme :saya menyebutnya sofisme.










BAB III
PENUTUP

 
A.   Kesimpulan
Dari apa yang telah kami uraikan diatas maka kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
    1. Rasionalisme adalah paham yang mengangap bahwa pikiran dan akal merupakan dasar satu-satunya untuk memecahkan kebenaran lepas dari jangkauan indra
    2. Descartes,spinoza dan Leibniz mereka adalah tokoh besar dalam filsafat rasionalisme.
    3. Resionalisme ada dua macam: dalam bidang agama dan dalam bidang filsafat. Dalam bidang agama rasionalisme adalah lawan autoritas. Dalam bidang filsafat rasionalisme adalah lawan empirisme.
Dalam kehidupan modern, filsafat telah berhasil mengubah pola fikir manusia dari pandangan mitosentris menjadi logosentris. Filsafat memberikan landasan filosofi dalam memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Dalam perkembangannya, filsafat terbentuk menjadi sepuluh aliran diantaranya adalah Aliran Rasionalisme. Aliran ini berpandangan bahwa akal merupakan sumber bagi pengetahuan dan pembenaran atau ajaran yang berdasarkan ratio, ide-ide yang masuk akal.

B.   Saran
Kami sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih belum sempurna. kami sangat membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, untuk kesempurnaan makalah ini, dengan meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita tentang filsafat umum khususnya rasionalisme (Descartes, spinoza dan Leibniz).





DAFTAR PUSTAKA
H.NiHAYA M & DR.ABDULLAH ”FILSAFAT UMUM DARI YUNANI KUNO SAMPAI NEO-MODERN” MAKASSAR:ALAUDDIN UNIVERSITY PRESS,2011.
Dr.Muhammad Sabri,M.A , Drs.Muh.Saleh Tadjuddin,M.a , Drs.Wahyuddin Halim,M.a ”FILSAFAT ILMU ” MAKASSAR:ALAUDDIN PRESS,2009.
F.Budi Hardiman “PEMIKIRAN-PEMIKIRAN YANG MEMBENTUK DUNIA MODERN(Dari Machiavelli sampai Nietzsche)” JAKARTA:ERLANGGA,2011.
Zainal Abidin “ FILSAFAT MANUSIA memahami manusia melalui filsafat “ BANDUNG:ROSDAKARYA,2003.
K.Bertens “ PANORAMA FILSAFAT MODERN “ JAKARTA:MIZAN PUBLIKA,2005.

 



     

 

Comments

Popular posts from this blog

Teknik Presentasi dan Negosiasi

TEKNIK PRESENTASI Disusun Oleh KHANGRIAWAN ANUGRAH 50700112098 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2015 BAB I Pendahuluan A.    Latar belakang             Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari dirumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyakarakat atau di mana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi.             Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurang ...

Filsafat Komunikasi

Perspektif   ilmu komunikasi berdasarkan aspek epistemology, ontology, dan aksiologi Dalam media sosial (kajian filsafat komunikasi) A.    Filsafat Secara etimologi, kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, “ philosphia ”, yang merupakan penggabungan dua kata yakni “ philos ” atau “ philein” yang berarti “ cinta ”, “ mencinta ”, atau “ pecinta ”, serta kata “ Sophia” yang berarti “kebijaksanaan ” atau “hikmat ”. Dengan demikian, secara bahasa, “filsafat” memiliki arti “cinta akan kebijaksanaan”. Cinta artinya hasrat yang besar atau berkobar-kobar atauyang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya, kebenaran yang sejati atau kebenaran yang sesungguhnya Sedangkan secara epistemology, terdapat ratusan rumusan pengertian “filsafat”. Namun secara mendasar, filsafat adalah hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh untuk menemukan kebanaran sejati. Pengertian mengenai filsafat dapat dipetakan menurut kronologi sejarah filsafat itu sendiri . Ada beberapa de...

Tugas Mata Kuliah Teknolgi dan Informasi

Nama : Khangriawan Anugrah Nim : 50700112098 Jurusan : ilmu komunikasi D 1.        Apa dan bagaimana internet itu ? Internet adalah berbagai jaringan komputer di seluruh dunia yang saling terhubung tanpa mengenal batas teritorial, hukum dan budaya. Menurut Lani Sidharta (1996), walaupun secara fisik Internet adalah interkoneksi antar jaringan komputer namun secara umum Internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Isi Internet adalah informasi, dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan Internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di Internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik dsb. 2.        Apa yang di maksud internet service provider (ISP) ? Internet service provider atau dengan kata lain penyelenggara jasa internet merupakan perusahaan atau badan yang men...